Beritainternusa.com, Jakarta –  Drama tujuh gol mengakhiri pertarungan Persebaya Surabaya  kontra Persipura Jayapura .  Tim yang disebutkan pertama bertindak sebagai tuan rumah. Sayang, klub terakhir terlalu gagah untuk dikalahkan.

Pelatih Persipura Jayapura , Jacksen Tiago, kembali ke Surabaya sebagai lawan. Banyak tahu dapur tuan rumah, armadanya mampu dibawa memetik kemenangan. Brace Thiago Amaral, Muhammad Tahir, dan Ferinando Pahabol hanya mampu dibalas oleh gol-gol dari David da Silva, Mahmoud Eid, dan Rendi Irwan.

Hari itu, Jumat (13/3/2020), di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, menjadi malam yang kelam bagi fanatik Persebaya, Bonek. Tim kebanggaannya yang lebih difavoritkan, malah terpeleset dan dibekap oleh Persipura.

Kemenangan itu adalah yang pertama bagi Persipura di kandang lawan pada Shopee Liga 1 2020. Sebelum mencuri poin penuh dari GBT, tim berjulukan Mutiara Hitam ini sempat berupaya menuai hasil maksimal saat menantang Borneo FC di Stadion Segiri. Namun, hasil tidak berpihak kepada tim tamu yang kalah 0-2.

Selama ini, Persipura dikenal sebagai tim jago tandang. Tak percaya? Saat menjuarai Liga Indonesia musim 2008-2009, Mutiara Hitam mencatatkan sembilan kemenangan di markas lawan. Boaz Solossa dan kawan-kawan hanya empat kali terkapar saat away.

Pada saat memuncaki Indonesia Super League 2010-2011 Persipura hanya kalah lima kali dari 17 laga tandang mereka.

Begitu pula ketika Persipura Jayapura merengkuh trofi Liga Indonesia musim 2013. Sepuluh laga tandang berhasil dimenangkan. Cuma dua kali Mutiara Hitam nihil poin di kandang lawan.

Amat jarang hal ini terjadi di persaingan elite Tanah Air. Apalagi di tengah rumor nonteknis yang menyebut tim tamu bakal selalu dicurangi. Faktanya hal itu tak berlaku bagi Persipura.

“Kami hanya fokus pada permainan sendiri. Kalau kita main bagus dan mendominasi laga, hal-hal nonteknis pasti akan menepi dengan sendirinya,” kata Jacksen F. Tiago, pelatih Persipura yang sukses mempersembahkan tiga gelar juara di atas dengan rekor tandang mentereng.

Jauh dari Rumah, Tak Masalah

Selebrasi tiktok diperagakan pemain Persipura Jayapura setelah Muhammad Tahir menjebol gawang Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo, Surabaya, dalam laga pekan ketiga Shopee Liga 1 2020, Jumat (13/3/2020). (Bola.com/Gatot Susetyo)

Dua musim belakangan,Persipura Jayapura mulai merasakan tidak enaknya menjadi tim musafir. Tahun lalu, Mutiara Hitam terpaksa berkandang di Tenggarong dan Sidoarjo secara bergantian karena Stadion Mandala, Jayapura, dalam masa renovasi untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020.

Di musim ini pun, Persipura masih berstatus tim musafir. Bukan Tenggarong atau Sidoarjo, Mutiara Hitam memilih untuk bermarkas di Manado.

Satu di antara faktor ketangguhan Persipura kala bermain di markas lawan ialah dukungan yang tak pernah surut dari warga Papua. Persebaran warga Papua di berbagai wilayah di Indonesia membuat Mutiara Hitam selalu dapat penyemangat ketiga berlaga jauh dari rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here