Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi

Beritainternusa.com,Bogor – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor menyita uang tunai Rp120 juta dari kantor Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Iryanto.

Uang itu disita saat petugas melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor DPKPP, bersamaan dengan dicokoknya Iryanto serta lima orang lain ke Mako Polres Bogor, Selasa (3/3) sore.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi menjelaskan, dari enam orang yang diperiksa, tiga di antaranya merupakan pihak swasta dan tiga lainnya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bogor.

“Masih ada dua ASN kita periksa berinisial IR (Iryanto) dan FA sampai sekarang. Sementara satu ASN lain dan tiga dari luar ASN setelah kita periksa diizinkan pulang,” jelas Benny, Rabu (4/3).

Dari barang bukti yang diamankan, di antaranya uang tunai Rp120 juta dan sejumlah dokumen. Namun Benny belum bisa menyimpulkan kasus yang menjerat Iryanto tersebut.

“Itu uang apa, kami masih lakukan investigasi. Masih penyelidikan. Kami belum simpulkan uang itu ada kaitan dengan tindak pidana yang sedang kami selidiki ini atau tidak,” kata Benny.

“Setelah rampung, baru kami simpulkan ada tidaknya perbuatan melawan hukum atau indikasikorupsi  . Kan belum 1×24 jam dan untuk menentukan orang bersalah atau tidak, ada beberpa poin seperti dua alat bukti, saksi-saksi dan lainnya,” tegas Benny.

Sejak Selasa sore kemarin, Iryanto menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bogor. Benny mengungkap, Iryanto mengeluh kondisi kesehatannya yang sedang tidak fit. Hal ini kemudian membuat Satreskrim Polres Bogor mengendurkan tensi saat pemeriksaan Iryanto.

“Yang bersangkutan mengaku tidak fit. Jadi kita sesuaikan karena yang bersangkutan juga menginginkan pemeriksaan bertahap tidak sekaligus, karena kondisinya tidak fit itu,” kata Benny.

Meski begitu, dia terus berupaya merampungkan pemeriksaan hingga sore ini atau usai 1×24 jam usai penangkapan Iryanto telah lewat sore ini.

“Saat ini dari enam orang yang kita periksa, empat orang sudah diperbolehkan pulang. Sementara dua ASN Pemkab Bogor masih kita periksa berinisial IR (Iryanto) dan FA,” kata Benny.[Har]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here