Mantan Seketaris MA Nurhadi.

Beritainternusa.com,Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dokumen perkara saat menggeledah kantor di bilangan Senopati, jakarta Selatan, Kamis (27/2). Penggeledahan dilakukan tim KPK setelah mendapat informasi tersangka suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, berada di Jakarta.

“Tadi malam penyidik KPK melakukan kegiatan penggeledahan di sebuah kantor di bilangan Senopati di Jakarta Selatan, penyidik KPK menemukan dokumen terkait perkara,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri Jumat (28/2).

Ali mengatakan, kantor yang disambangi tim penyidik diduga milik tersangka lainnya Hendra Soenjoto. Namun, tim penyidik kembali tak berhasil menemukan para tersangka.

“Adapun keberadaan para DPO tidak ditemukan di kantor yang diduga milik tersangka HS. Penyidik KPK akan tetap terus berusaha mencari dan menangkap para DPO,” kata Ali.

Geledah Rumah Mertua dan Adik Ipar Nurhadi

Perburuan Nurhadi terus dilakukan penyidik lembaga antirasuah sejak menetapkan mantan sekretaris MA itu menjadi buronan pertengahan Februari lalu. Kemarin, secara berturut-turut KPK menggeledah di Tulungagung, dan Surabaya Jawa Timur.

Penggeledahan dilakukan di kantor pengacara Rahmat Santoso & Partners, kediaman ibu mertua Nurhadi, dan kediaman adik ipar Nurhadi. Namun tim penyidik belum berhasil menyeret Nurhadi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

KPK Dapat Info Nurhadi di Jakarta

Usai menyambangi Jawa Timur dan tak mendapatkan hasil, KPK kini kembali memburu Nurhadi di DKI Jakarta.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penyidik KPK menerima informasi bahwa keberadaan Nurhadi malam ini ada di ibu kota.

“Selanjutnya memang kami menindaklanjuti informasi keberadaannya (Nurhadi) ada di Jakarta, sehingga malam ini teman-teman sedang bergerak ke lapangan melakukan penggeledahan di suatu tempat,” ujar Ali di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/2).

Ali belum bersedia membeberkan lokasi yang dituju tim penyidik dalam memburu Nurhadi. Menurut Ali, perburuan terhadap Nurhadi akan terus dilakukan tim penyidik.

“Kami tentunya tidak bisa menyampaikan di daerah mana, tetapi di Jakarta dan masih berlangsung. Ini sekali lagi kami tegaskan sebagai komitmen penyidik KPK, komitmen pemimpin KPK untuk terus-menerus mencari para DPO dan menindaklanjuti Informasi yang masuk ke KPK,” kata Ali.

KPK menetapkan Nurhadi sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi dengan nilai Rp 46 miliar.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Diketahui Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN.

Ketiganya kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) lantaran kerap mangkir saat dipanggil baik sebagai saksi maupun tersangka. Meski demikian, ketiganya tengah mengajukan gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here