Beritainternusa.com,Jakarta – Presiden Joko Widodo masih rajin komunikasi bicaranya dengan para buzzer pendukungnya. Jokowi bahkan kerap mengundang mereka yang disebut influencer tersebut ke Istana. Teranyar, usai diundang ke Istana, salah satu buzzer menyebut bicara soal reshuffle kabinet.

Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani mengaku tidak ada masalah melihat Jokowi undang buzzer ke Istana. Dia duga, Jokowi memang punya cara sendiri berdiskusi dengan para buzzer.

“Tidak tahu, itu cara presiden barangkali,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Rabu (26/2).

Muzani menilai, reshuffle kabinet masih terlalu dini. Para menteri, kata dia baru lima bulan bekerja.

“Terlalu dini bagi saya berbicara reshuffle untuk jabatan yang harusnya lima tahun belum sampai enam bulan mungkin setelah satu tahun saya kira,” ujarnya.

Dia sendiri tidak masalah jika memang bakal ada reshuffle kabinet. Karena, itu merupakan hak prerogatif presiden. “Tapi ini hak prerogatif presiden,” kata Wakil Ketua MPR itu.

Sebelumnya diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengadakan pertemuan dengan para influencer atau buzzer di Istana Bogor pekan lalu. Salah seorang buzzer pendukung Jokowi, Dede Budhyarto mencuit di Twitter tentang isu reshuffle bagi menteri yang dianggap tak mampu kerja.

Isu reshuffle kabinet pertama kali diucapkan salah satu pendukung Jokowi, Dede Budhyarto dalam akun twitternya, Jumat, 21 Februari 2020. Dede membeberkan hasil pertemuan para pendukung dengan Jokowi.

Dia menuturkan bahwa Jokowi akan mengganti menteri-menteri yang dinilai kinerjanya tidak bagus. Meski begitu, Dede tak menyebutkan siapa saja menteri yang akan diganti.

“Pengen cerita hasil pertemuan dengan Presiden @jokowi . Eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah. Menteri yang kinerjanya ndak bagus klen bakalan dicukupkan,” tulis Dede.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here