Beritainternusa.comSuasana Warung Betawi Ngumpul di kawasan Tanah Baru, Beji, Kota Depok malam itu ramai oleh politikus dari dua partai. Obrolan hangat dan canda tawa mewarnai diskusi untuk mengambil sebuah keputusan penting. Hasilnya, Gerindra dan PDI Perjuangan sepakat berkoalisi di Pilkada Depok 2020. Tujuannya, menggusur PKS  yang sudah 15 tahun berkuasa.

Dalam pertemuan yang digelar hampir sebulan lalu, tepatnya Jumat (24/1), Ketua DPC Gerindra Kota Depok Pradi Supriatna dan Ketua DPC PDIP Kota Depok Hendrik Tangke Allo menjadi tokoh penting. Jajaran petinggi partai serta beberapa kader pun turut hadir dalam acara tertutup itu.

Pembentukan koalisi besar disepakati menjadi tujuan pertemuan itu, nama yang dipilih adalah ‘Depok Bangkit’. Sebanyak mungkin partai akan diajak bergabung.

“Tapi dalam perjalanan tercerai juga, tinggal Gerindra dan PDIP. Yang jelas kita sudah mengajak (partai lain) berkomunikasi, membuat sebuah perahu besar, tapi dalam perjalanannya tinggal tersisa Gerindra dan PDIP. Makanya dengan dengan keseriusan itu, kita membuat MoU untuk berkoalisi,” kata Sekretaris DPC Gerindra Depok Hamzah kepada merdeka.com, Selasa (18/2) lalu.

Mesranya Gerindra dan PDIP di Pilkada Depok menjadi era baru hubungan kedua partai ini pascapemilu 2019. Lima tahun lalu, Gerindra menjadi pentolan oposisi, rival PDIP yang menjadi partai penguasa. Setelah Prabowo Subianto , sang ketua umum dipilih Presiden Jokowi menjadi menteri pertahanan di Kabinet Indonesia Maju, Gerindra kini menjadi bagian dari partai pendukung pemerintah.

Efeknya pun menjalar ke daerah. Pilkada serentak 2020 yang akan digelar September mendatang menjadi momentum kedua partai untuk saling mendukung dalam merebut jabatan kepala daerah. Seperti yang terjadi di Kota Depok, salah satu dari 270 wilayah yang akan menggelar pilkada.

“Koalisi Gerindra dan PDIP ini sudah ada restu dari DPP,” ungkap Hamzah.

Bahkan, lanjut dia, kesepakatan berkoalisi itu juga sudah disepakati di tingkat Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jawa Barat. Dari delapan wilayah termasuk Depok, Gerindra dan PDIP akan bersama mengusung pasangan calon.

“Karena ketua DPD pun sudah ada kesepakatan di Jawa Barat untuk berkoalisi,” tukas Hamzah. Dia menambahkan, kesepakatan itu juga berlaku tidak hanya untuk Pilkada Depok.

Selain Depok, wilayah lain yang menggelar pilkada di Jawa Barat tahun 2020 ini adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran.

Dihubungi terpisah, Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono mengatakan, kesepakatan berkoalisi dengan Gerindra memang ada. Namun hingga kini baru di Pilkada Depok yang sudah pasti. “Untuk yang berpasangan calon bupati dan wakil bupati baru di Depok. Untuk yang lainnya masih dalam komunikasi politik,” ujarnya melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Senin (17/2) lalu.

Ono menambahkan, koalisi di pilkada disesuaikan dengan kebutuhan dan peta politik masing-masing wilayah. “Sehingga saat kita berkoalisi dengan Gerindra di Depok, maka untuk daerah lain bisa berkoalisi dengan Golkar atau partai lain,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here