Beritainternusa.com Hari pertama Kongres V PAN sempat diwarnai kericuhan. Kericuhan dipicu karena batas waktu pendaftaran peserta Kongres PAN yang telah habis tapi masih ada yang bisa mendaftar sampai dugaan panitia menyalahi aturan.

Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Farazandy Fidinansyah mengatakan para voters atau daftar pemilih yang berhak untuk mengikuti kongres sudah ada sejak beberapa waktu yang lalu.

“Semuanya sudah sesuai SOP. Daftar pemilih sudah ada sejak beberapa waktu yang lalu. Jadi kalau ada yang rusuh, berarti memang mau merusuh,” ujar Farazandy saat dikonfirmasi, Selasa (11/2).

Dia menilai ada oknum yang tak ingin demokrasi di partainya berjalan. Para oknum itu sengaja berbuat rusuh di Kongres PAN. Sebab, menurutnya, kongres telah digelar sesuai dengan mekanisme partai.

“Ada sekelompok orang di PAN tidak ingin demokrasi berjalan. Cara lama ini. Jangan karena tidak pandai menari, lantai yang disalahkan,” kata Farazandy.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno ricuh PAN tidak terlepas dari dinamika kongres yang semakin memanas.

“Kerusuhan itu biasanya sangat terkait dinamika dukungan di kongres yang semakin memanas. Mulai terlihat jelas siapa yang kemungkinan besar menang dan kalah,” ujar Adi.

Dia menduga ricuh di Kongres PAN itu biasanya dimunculkan salah satu calon ketum yang dalam kondisi kekurangan dukungan. Sehingga, keributan dibuat demi mencari waktu tambahan untuk lobi-lobi.

“Kongres dibikin chaos biar ada waktu lobi-lobi dukungan,” katanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here