Beritainternusa.com,Tangerang – Banjir yang melanda Kota Tangerang membuat sebagian aktivitas masyarakat lumpuh. Pasalnya, banjir besar yang melanda sebanyak dua kali di awal tahun 2020, merendam permukiman hingga jalan-jalan penghubung Kota Tangerang dengan wilayah lain.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, kerugian tersebut mencapai angka fantastis yakni hingga triliunan rupiah. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 13 Kecamatan yang dilanda banjir.

“Jumlah kerugian akibat bencana banjir sejak awal tahun mencapai Rp1,3 Triliun, kalau dihitung dari 13 kecamatan yang terdampak banjir,” ujar Arief di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (7/2).

Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai tidak mampu menahan debit air hingga meluap dan mengalir ke rumah warga. Bahkan banjir bertahan hampir satu pekan menggenangi Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

“Sebenarnya untuk iklim investasi belum ada dampaknya terkait banjir sampai saat ini. Kalau dampak ekonomi belum dirasakan di banjir kali ini,” kata Arief.

Arief meyakinkan warga kalau banjir yang masih menggenangi beberapa titik bisa surut paling lambat pada akhir pekan ini. Pasalnya, saat ini dari 18 titik banjir yang sebelumnya menggenangi Kota Tangerang, dan menyisakan enam titik.

“Sekarang tinggal di wilayah Total Persada, Mutiara Pluit, Periuk Damai, terus Alamanda, Garden City, dan Purati, jadi ada enam titik. Mudah-mudahan air surut paling cepat besok, paling lambat minggu juga sudah bisa surut,” pungkas Arief.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here