Beritainternusa.com,Jakarta – Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Front Pembela Islam (FPI) akan menggelar aksi demonstrasi di DPR secara besar-besaran untuk mendesak penuntasan kasus korupsi ┬áseperti Jiwasraya dan Asabri. Rencananya, aksi digelar pada tanggal 21 Februari 2020.

Namun, sebelum hari puncak PA 212 dan FPI akan menggelar demonstrasi pada Jumat, 7 dan 14 Februari 2019.

“Aksi unjuk rasa besar-besaran dengan tema Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI,” kata Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin dalam keterangannya, Kamis (6/1).

Sekretaris Umum FPI Munarman menjelaskan aksi 212 kali ini mengangkat isu korupsi di seluruh Indonesia. Seperti kasus dugaan suap PAW anggota DPR yang melibatkan eks caleg PDIP Harun Masiku dan eks komisioner KPU Wahyu Setiawan. Termasuk kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

“Negara, dalam hal ini para aparat penegak hukum, hingga kini belum menunjukkan sikap yang serius untuk menuntaskannya. Diduga kuat mandek dan mangkraknya penanganan kasus-kasus megakorupsi yang makin menggila tersebut karena melibatkan lingkaran pusat kekuasaan,” kata Munarman.

“Perilaku tersebut terjadi sebagai bagian dari modus korupsi mereka untuk pembiayaan politik guna meraih dan melanggengkan kekuasaan,” sambungnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya sampai saat ini belum menerima permohonan izin aksi demonstrasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus juga tidak mengetahui berapa massa yang akan ikut serta dalam aksi tersebut.

“Belum ada (pemberitahuan),” kata Kombes Yusri Yunus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here