Beritainternusa.com,jakarta – Gubernur DKI Jakarta ,Anies Bawesdan , memastikan revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) sisi selatan rampung sesuai target, akhir Februari. Pernyataan ini ia sampaikan setelah revitalisasi yang ditunda sementara dipastikan dilanjutkan.

“Pak ketua komisi pengarah menginginkan itu sesuai target,” kata Anies di Balai Agung, Jakarta, Kamis (6/2).

Anies menambahkan, meski publik menyoroti polemik proyek revitalisasi Monas, Ketua Komisi Pengarah, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, justru mengapresiasi desain hasil sayembara yang dimenangkan seorang arsitek Deddy Wahjudi.

Sebab, sambung Anies, pada desain yang dipaparkan justru menunjukkan ruang terbuka hijau diperbanyak. Sebab lahan parkir IRTI dan titik kuliner Lenggang Jakarta dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau.

Pada rapat itu, kata Anies, pembahasan lebih terfokus pada revitalisasi Monas bukan perhelatan Formula E. Tetapi, apa-apa yang menjadi detail diskusi tidak mau dia ungkap.

“Para komisi pengarah mengapresiasi karena akan terjadi penambahan ruang terbuka hijau di kawasan Monas dan sebagian juga baru menyadari tempat parkir IRTI, Lenggang Jakarta itu akan menjadi tempat yang hijau,” tukasnya.

Revitalisasi Monas dihentikan sementara karena Mensesneg sebagai Ketua Komisi Pengarah mengaku belum mendapat surat perizinan dari Pemprov DKI untuk melakukan revitalisasi. Selain itu, 190 pepohonan di area sisi selatan kawasan Monas yang ditebang menjadi kritik tajam kepada Pemprov.

Setelah menuai kritik, Sekda Pemprov DKI Saefullah menyatakan, pihaknya sudah mulai menanam kembali pohon-pohon di kawasan revitalisasi Monas. Penanaman pohon merupakan kewajiban DKI usai menebang 191 pohon di sana.

“Sedang dikerjakan per hari minggu sore sudah ada 300 lebih pohon di kawasan Monas dan sekitarnya, sebagai pohon pengganti jadi tebang pohon. Itu bukan pohon di surga, ini pohon di dunia kalau ditebang harus diganti, kata Saefullah di Kejati Jakarta, Selasa (4/2).

Kewajiban itu adalah kompensasi bagi DKI. Pohon yang ditanam adalah dikali tiga kali jumlah pohon yang ditebang, artinya akan ada 573 pohon yang kembali di tanam di Monas.

“Iya kompensasi sudah ada dari aturan. Rumusnya, karena pemerintah yang minta itu setiap satu pohon wajib diganti 3 kali lipat , 1 banding 3, kalau masyarakat 1 banding 10,” kata Saefullah.

Saefullah menyebut penebangan pohon di Monas beberapa waktu sulit dihindari. Namun ia memastikan bagi pohon yang bisa dipindah pasti tidak akan ditebang.

“Sesuatu uang tidak bisa dihindari, ada yang digali kemudian dipindahkan, ada yg sama sekali tidak bisa dihindari kemudian ditebang,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here