Jamur Kuping / Red

beritainternusa.com, Jakarta – Jamur yang bisa dikonsumsi itu jenisnya cukup banyak, salah satunya jamur kuping. Berbeda dengan jamur tiram yang tebal dan punya warna putih cerah, jamur ini dominan warna hitam atau cokelat gelap dan teksturnya lebih kenyal dan melebar. Uniknya, jamur ini juga punya nama lain, ear mushroom, karena bentuknya yang menyerupai telinga manusia.

Jamur kuping telah dibudidayakan di Cina sejak 600 M dan kini populer di seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia, seperti Cina, Jepang, Thailand, dan Indonesia. Jamur kuping bisa tumbuh liar di batang pohon atau dibudidayakan dengan media serbuk gergaji maupun jerami. Meskipun bisa mendapatkannya dalam kondisi segar, jamur dengan nama latin Auricularia auricular-judae lebih banyak dijual dalam bentuk kering.

Banyak dimanfaatkan untuk berbagai makanan, mulai dari sup, tumisan maupun kuliner lezat lainnya, jamur kuping dikenal rendah lemak dan kalori namun tinggi protein dan vitamin B. Dalam 100 gram jamur kuping mentah, terkandung vitamin B1, B2, B5, B6, B9, zat besi, selenium, serat, dan asam linoleat. Nggak heran jika ada beberapa manfaat jamur kuping yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

Regenerasi sel tubuh

Satu gelas jamur kuping mengandung 80 kalori dengan lemak kurang dari 1 gram dan 2,6 gram protein. Tingginya kadar protein ini membantu tubuh untuk melakukan regenerasi dan perbaikan sel-sel yang rusak. Selain itu, jamur juga mengandung natrium yang berperan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Menjaga kesehatan pencernaan

Manfaat jamur kuping lainnya adalah mampu meningkatkan kesehatan pencernaan dengan kandungan prebiotik dalam bentuk beta glukan. Prebiotik ini sendiri merupakan sejenis serat yang memberi makan bakteri sehat dalam usus sehingga menjaga kinerja sistem pencernaan tetap optimal. Uniknya hal ini juga berkaitan dengan kekebalan tubuh terhadap bakteri pathogen yang masuk ke dalam tubuh.

Meningkatkan daya tahan tubuh

Selain mengandung prebiotik, jamur kuping juga menjadi sumber vitamin B2. Vitamin yang disebut juga riboflavin ini dikenal membantu tubuh mengubah karbohidrat menjadi sumber energi. Tapi bukan hanya itu saja manfaatnya, tapi juga melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Mencegah penyakit Alzheimer

Penyakit yang sulit dilafalkan ini banyak terjadi pada orang-orang yang lanjut usia. Penurunan fungsi otak yang dialami akan berdampak pada kesulitan untuk mengingat, berpikir, berbahasa hingga mengambil keputusan. Untuk melindungi kesehatan otak, konsumsi berbagai jenis jamur termasik jamur tiram dapat memberikan perlindungan dari penyakit Alzheimer.

Mencegah anemia

Tubuh cepat lelah, lemah dan sering pusing? Bisa jadi kamu mengalami anemia atau kekurangan zat besi dalam tubuh. Selain konsumsi suplemen penambah darah, ada cara mudah untuk memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh, salah satunya dengan konsumsi jamur secara rutin.

Terdapat 1,7mg zat besi dalam satu mangkuk jamur yang berperan dalam memproduksi sel darah merah. Zat besi juga membantu menghasilkan protein darah yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Mempertahankan kesehatan jantung

Penyakit yang dijuluki silent killer ini kini bukan hanya menyerang orang-orang lanjut usia, tapi makin banyak diderita oleh orang-orang di usia produktif. Gaya hidup yang kurang sehat seperti pola makan yang kurang sehat dan nggak rutin olahraga dituding sebagai penyebab utama.

Langkah awal yang bisa kamu lakukan untuk menjaga jantung tetap sehat adalah dengan mengatur pola makan, salah satunya dengan memasukkan jamur kuping yang kaya manfaat. Punya fungsi anti koagulan atau pengencer darah dan penghambat pembekuan darah, sirkulasi darah pun jadi lebih lancar.

Selain itu, jamur kuping juga mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Ditambah manfaat antioksidan yang dimilikinya, nggak heran kalau jamur kuping dipercaya mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here