Mobil Parkir dipinggir jalan, diduga pemilik tidak memiliki garasi dirumahnya / Red

beritainternusa.com, Depok  –  Warga Depok yang memiliki mobil diwajibkan punya garasi. Hal itu dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang dikeluarkan oleh Pemkot Depok. Aturan itu tengah digodok bersama DPRD Kota Depok.

Setelah Raperda disahkan, akan dibahas lebih dulu oleh Pansus di DPRD untuk dievaluasi. Lalu setelah dievaluasi akan diterbitkan Peraturan Wali Kota Depok.

Wakil Ketua DPRD Depok, Yetti Wulandari mendukung wacana itu, tapi harus dibarengi oleh penyediaan sarana terkait penunjang mobilitas masyarakat dalam hal pengadaan dan pelayanan transportasi umum.

“Karena kita tidak bicara transportasi umum dari sisi saja. Tapi kita harus melihat aspek transportasi umum yang layak bagi pelajar perempuan, disabilitas, anak- anak,” kata Yetti, Jumat (10/1).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Depok Dadang Wihana menambahkan, setelah Raperda Perhubungan tentang garansi sudah disahkan, pihaknya akan menyusun sosialisasi ke masyarakat tentang penerapan Peraturan daerah tersebut.

“Setelah ditetapkan kita susun seperti apa sosialisasinya. Kita targetkan dua tahun bisa diimplementasi, dan kita juga menunggu hasil evaluasi dari provinsi nanti dikabarkan soal Perwal yang akan disusun,” kata Dadang.

Perda Garansi itu merupakan rencana Pemerintah Kota Depok melalui Dishub Depok. Warga Depok yang memiliki kendaraan mobil pribadi diwajibkan untuk memiliki garasi.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Depok Ari Manggala mengatakan, Raperda tersebut sudah masuk pembahasan program legislasi daerah (Prolegda) di DPRD Depok dan sudah disahkan.

Namun, kata dia, belum membicarakan soal denda atau sanksi terhadap pelanggaran ruang parkir yang direncanakan tersebut yang dikabarkan akan didenda Rp 20 juta.

“Terkait denda perlu ada rujukan aturan diatasnya UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Setahu saya tidak ada denda pelanggaran sebesar itu,” kata Ari.

Diajukan Raperda perubahan tersebut, jelas Ari lagi, karena banyak pelanggaran parkir di badan jalan, sehingga ruas jalan di Depok semakin sempit. Lalu untuk mengurangi kendaraan yang parkir di pinggir-pinggir jalan atau parkir di fasilitas umum.

“Salah satu alasan yang saya ketahui adalah banyaknya pelanggaran parkir di badan jalan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here