Anggota DPR Willy Aditya.

Beritainternusa.com Partai Nasdem menyambut baik masukan Ketua Umum Demokrat sekaligus Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono dan politikus Demokrat terkait isu konflik Iran-AS. Sebelumnya, Demokrat menganggap pernyataan SBY tentang konflik Iran-AS sebagai pesan agar Jokowi tiru cara SBY dalam diplomasi multilateral.

“Baik-baik saja input dari teman-teman Demokrat. Itu artinya kontributif terhadap kepentingan bersama. Tapi pemerintah juga tentu punya pertimbangan dan perhitungannya sendiri,” ujar Ketua DPP Nasdem Willy Aditya melalui pesan singkat, Rabu (8/1).

Willy menilai, langkah pemerintah yang ditunjukkan oleh pernyataan Kementerian Luar Negeri sudah tepat.

“Statemen dari Kemenlu saya kira sudah tepat dengan mengajak semua pihak untuk menahan diri. Iran, meskipun pastinya marah, tapi juga pasti berhitung dalam langkah-langkah balasannya,” kata Willy.

Anggota Komisi I DPR itu mengatakan, Iran diduga telah menghitung untung rugi dengan menyerang pangkalan militer AS di Irak. Apalagi, Presiden AS Donald Trump mendapatkan dukungan yang lemah di negaranya sendiri.

“Sebab Iran juga tahu bahwa Trump tengah lemah dalam dukungan di dalam negerinya sendiri. Karena itu, sikap Indonesia sejauh ini menurut saya sudah tepat. Di tengah dunia yang sedang berubah ini, semangat kolaborasi dan kerja sama harus menjadi spirit kehidupan global. Bukan menggalakkan persaingan, apalagi peperangan,” tegas Willy.

Menurut Willy, Indonesia harusnya mengecam tindakan Trump membunuh jenderal Iran Qassem Sulaimani.

“Namun demikian, dalam hemat saya, kebijakan Trump membunuh Qassem Sulaimani harus dikecam. Jadi, sembari mengajak semua pihak menahan diri, RI juga harus mengecam tindakan Trump itu. Karena kedua sikap itu tidak bertolak belakang,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here