Ilustrasi karhutla

Beritainternusa.com – Polisi hingga kini masih menangani kasus kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Salah satunya kebakaran yang berada di area Hak Guna Usaha (HGU) PT TPS di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida. Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, menuturkan penanganan perkara tersebut berada di Polres Inhu.

“Silakan tanya ke Polres Inhu,” kata Sunarto melalui pesan singkat, Rabu (8/1).

Saat itu, (24/9), lahan seluas 60 hektare milik PT TPS terbakar. Pertama kali diketahui oleh Dandim 0302 Inhu Letkol Arh Hendra Roza bersama dengan Kapolres Inhu AKBP Efrizal. Mereka turun ke lokasi titik api di Blok K5 dan J5 PT TPS tersebut.

Petugas gabungan sempat mengalami kesulitan saat melakukan pemadaman lantaran kondisi yang jauh di tengah kebun hingga pasokan air yang minim, hal itu juga diperparah lantaran PT TPS tidak memiliki peralatan untuk pemadaman api.

Sebelumnya Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran mengatakan untuk perkara dugaan tindak pidana karhutla PT TPS masih dilakukan penyelidikan. Bahkan di areal HGU perusahaan itu juga sempat disegel.

Empat bulan usai peristiwa Karhutla, merdeka.com mencoba untuk menanyakan perkembangan penyelidikan Karhutla yang menyita perhatian publik itu.

“Untuk perkara Karhutla penyelidikannya ada di Polda Riau begitu pula dengan PT TPS,” kata AKBP Efrizal saat konferensi pers beberapa waktu lalu.

Terpisah Humas PT TPS Trisnawan Widodo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihak manajemen sudah beberapa kali diperiksa. “Saat awal-awal sudah diperiksa,” katanya. Namun saat ditanya lebih Trisnawan enggan berkomentar banyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here