Ilustrasi perampasan kendaraan oleh debt collector /Red

Beritainternusa.com, Lhokseumawe  –  Kepolisian Resort (Polres) Lhokseumawe meminta masyarakat melaporkan tindakan debt collector yang merampas kendaraan dengan status kredit pada masyarakat secara paksa.

 Tindakan itu dinilai bertentangan dengan hukum dan harus diusut tuntas. Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang, kepada wartawan, Selasa (7/1/2020) menyebutkan, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta sudah mengintruksikan seluruh jajaran untuk menindak tegas sikap kasar debt collector terhadap konsumen.
Bahkan, para pengusaha kendaraan yang memberikan kredit pada masyarakat juga sudah diingatkan.

 Dia mengaku keluhan terhadap perilaku debt collector sering disampaikan masyarakat. Untuk itu, masyarakat diminta agar berani melapor ke polisi.

“Jika ada debt collector atau pihak mengaku leasing memaksa mengambil kendaraan, apalagi di tengah jalan, laporkan segera.

 Dalam waktu singkat, kami pastikan akan kita tangkap dan proses hukum,” katanya.

Seluruh tindakan di negeri ini, sambung Indra harus berdasarkan hukum. Untuk itu, mekanisme persidangan lah yang menentukan kendaraan itu bisa diambil oleh perusahaan. Bukan tindakan premanisme dengan menakut-nakuti konsumen.

 “Kami imbau praktik perampasan motor atau mobil kredit dengan dalih menunggak kredit tidak terjadi lagi. Jika terjadi, maka kita tindak tegas sesuai hukum,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here