Jalan Tol Semarang Padat Saat Libur Panjang / Red

Beritainternusa.com, Jakarta – Jelang musim libur Natal dan Tahun Baru, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, telah benyak melakukan persiapan untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik.

 Untuk periode kali ini, diperkirakan jumlah kendaraannya mencapai 4,7 juta atau naik 5,3 persen dari 2018.

 Bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan liburan menggunakan mobil pribadi melintasi ruas Tol Trans Jawa, penting untuk memperhatikan beberapa titik rawan kecelakaan.

 Berdasarkan data, sedikitnya ada enam ruas yang masuk dalam daftar titik blackspot atau rawan kecelakaan lalu lintas sepanjang Tol Trans Jawa, yakni ;
1. Ruas Jakarta- Cikampek, Km 55 sampai KM 56 jalur B.

  1. Ruas Palimanan-Kanci, Km 200 sampai km 201 jalur A dan B.
  2. Ruas Batang-Semarang, Km 371 sampai Km 374 pada kedua jalur.
  3. Ruas Semarang-Solo, Km 431 sampai 432 jalur B.
  4. Ruas Solo-Ngawi, Km 511 sampai 512 jalur B.
  5. Ruas Ngawi-Kertosono Km 643 sampai Km 644 jalur B.
    “Lokasi rawan dipetakan berdasarkan jumlah kecelakaan sepanjang Januari hingga Juni 2019,” ujar Kepala Divisi Operasi dan Perawatan Jasa Marga Fitri Wiyanti, dalam keterangannya, Kamis (19/12/2019).

 Untuk kejadian paling menonjol dari keenam titik rawan tersebut, ada di ruas Batas-Semarang dengan jumlah 25 kejadian. Setelah itu disusul 11 kejadian di Semarang-Solo, dan 10 kejadian di Solo-Ngawi.

 Selain enam lokasi tersebut, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Budi Setiyadi, sebelumnya juga sudah mengantisipasi adanya titik rawan kecelakaan baru. Terutama pada masa libur Natal dan Tahun baru.

Pertama adalah di ruas Cikampek, khusunya akses baru yakni Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Elevated II.

 Menurut Budi, karena baru saja dibuka dan masih gratis, kemungkinan besar akan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berbondong-bondong melintasinya

“Mengingat ini menjadi sesuatu yang baru dan ditambah musim liburan, maka otomatis akan mendatangkan euforia tersendiri.

Dikhawatirkan banyak pengendara yang terbawa suasana dan mengabaikan soal keselamatan yang konteksnya masalah kecepatan berkendara,” kata Budi kepada Kompas.com akhir pekan lalu.

 Sementara titik rawan kedua menurut Budi ada di Tol Cipali, baik yang mengarah ke Jakarta atau pun sebaliknya. Dengan karakter jalan yang lurus serta berdimensi kecil, potensi kecelakaan di Cipali memang cukup besar.

 “Kalau arah ke Jakarta itu biasanya terjadi karena pengendara yang lelah, karena bila dia dari Jawa Tengah atau Jawa Timur biasanya masuk ke Cipali itu pagi, artinya mereka sudah berjalan berjam-jam jadi ada potensi kelelahan dan hilang konsentrasi,” ucap Budi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here