Tersangka Penyiraman air keras FY saat melakukan rekontruksi/red

Beritainternusa.com, Jakarta  –  Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi penyiraman air keras oleh tersangka FY di tiga wilayah Jakarta Barat. Rekonstruksi tersebut membuat heboh masyarakat yang ada di sekitar lokasi. Kehebohan terjadi karena warga sekitar ingin mendekat dan melihat proses rekonstruksi yang dilakukan FY lengkap dengan mengenakan kemeja tersangka berwarna oranye.

Anak-anak hingga orangtua turut menonton rekonstruksi tersebut. Tidak jarang juga warga merekam dengan ponsel mereka saat kejadian rekonstruksi digelar. Untuk diketahui, Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi pertama di lapangan Jatanras Polda Metro Jaya pada Kamis (21/11/2019).

 Kegiatan ini lalu pindah ke salah satu toko bangunan di Kembangan Raya dan berpindah lagi ke toko bangunan yang terletak di Jalan Meruya Ilir, Jakarta Barat. Baca juga: Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras Proses rekonstruksi makin jadi tontonan warga karena lokasi toko bangunan tepat di pinggir jalan dan dilakukan pada saat jam pulang kantor.

“Ayo bu jalan-jalan, jangan dilihat bikin macet belakang itu lihat,” ujar salah satu petugas polisi. “Iya pak oke ini dari luar,” balas warga. Beberapa polisi pun juga berjaga di depan pagar toko bangunan guna menghalau warga yang ingin masuk dan melihat secara dekat. Sesekali warga juga turut menyoraki pelaku.

Berdasarkan adegan rekonstruksi, tersangka FY awalnya diketahui mengemas soda api di dalam botol yang telah dicampur dalam air. Kemudian, FY mengendarai motor sambil mencari korban. FY memilih korban perempuan secara acak. Kemudian, dia membuka tutup botol yang berisi air keras dan menyiramkan ke arah korban. Saat menyiramkan air keras itu, tersangka tidak menoleh ke arah korban.

Tersangka FY telah menebar teror dengan menyiramkan air keras yang terbuat dari campuran soda api dan air di tiga wilayah di Jakarta Barat. Pertama, dua siswi SMPN 229 Jakarta Barat A dan PN diserang FY ketika kedua korban pulang sekolah pada 5 November 2019, aksi serupa juga menimpa seorang penjual sayur keliling bernama Sakinah (60).

Perempuan paruh baya itu disiram air keras oleh FY di kawasan Kembangan, Jakarta Barat pada 8 November 2019. Ketiga, penyerangan yang menimpa enam siswi SMPN 207 Jakarta Barat. Mereka disiram air keras di Jalan Mawar, Srenseng, Kembangan, Jakarta Barat pada 15 November 2019. Saat kejadian, enam orang yang menjadi korban baru saja pulang dari sekolah.

Polisi kemudian menemukan fakta terbaru bahwa tersangka pernah menyiramkan air keras di kawasan dekat Polsek Kebon Jeruk pada 3 November 2019. Namun, peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa karena jumlah soda api yang dicampurkan ke dalam air terbilang sedikit.

Dugaan sementara, tersangka FY menebar teror penyiraman air keras untuk mendapatkan perhatian. Kepada polisi, dia mengaku kurang mendapat perhatian dari kakak perempuannya selama dirawat di rumah sakit pada tahun 2015. Dia dirawat lantaran jatuh saat bekerja sebagai penyedia jasa reparasi AC. Namun, pernyataan tersangka tersebut dibantah oleh kakaknya.(Red/Kps)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here