Beritainternusa.Com, NTT –Tarian Bso’ ot warnai Festival SMA/SMK yang diselenggarakan  pada 6 s/d 9 November 2019 oleh Badan Musyawarah Perguruan Swasta tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tarian Bso’ ot  atau Tari Perjuangan dibawakan oleh siswa dan siswi dari  SMAK St. Gabriel Noemuti, Timor Tengah Utara, Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu 9/11/2019. Keunikan tarian tersebut adalah semua penabuh musiknya adalah para perempuan sedangkan penarinya adalah  laki-laki. Konon tarian ini sebagai ungkapan kegembiraan karena telah melawan musuh. Namun, seiring perkembangannya Tari Bso’ ot sering dipentaskan dalam menyambut tetamu yang datang ke Kabupaten Timur Tengah Utara.

Tarian Bso’ot boleh dikatakan sebagai tarian yang meriah. Kaum lelaki dengan mengikatkan giring giring (Bano) di pergelangan kaki dengan parang terhunus menari dengan penuh perkasa. Ekspresi kegembiraan sebagai simbol kemenangan telah menumpas musuh tergambar dari setiap penarinya yang diiringi irama gong dan genderang (Leku Sene) yang ditabuh kaum wanitanya. Bunyi musik gong, To’, Kiko’ dan Tlolo’ yang ditabuh bersama menghasilkan irama yang merdu.

Perpaduan antara irama tabuhan gong dan genderang serta gerak tari para penari menghasilkan harmoni indah, ditambah bunyi giring-giring  ( Bano) yang terikat pada kaki para penari menimbulkan kesan meriah.

Para siswa dan siswi SMAK St. Gabriel Noemuti, Timor Tengah Utara, Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur yang membawakan Tarian Bso’ot pada festival lomba tarian daerah di gedung DPD RI Provinsi Nusa Tenggara Timur itu terlihat sangat piawai dan kompak sehingga memberi warna tersendiri dalam festival tersebut.

Kegiatan festival ini mengusung  tema “Pembangunan Pariwisata sebagai Prime Mover Pembangunan Ekonomi NTT.”

Melalui pentas tarian daerah tersebut kiranya memperkenalkan potensi wisata  daerah NTT yang seperti mutiara  tersembunyi di bumi Flobamora.

Meskipun memperoleh juara ke-2 dalam perlombaan tarian daerah tetapi penampilan para siswa SMAK St. Gabriel Noemuti, TTU memberi warna tersendiri dalam festival tersebut.

Albertus Taku salah satu siswa penari sebagai pemimpin regu Tari Bso,ot mengaku bangga dirinya bersama teman-teman bisa mempersembahkan tarian daerahnya di ajang festival tersebut.

Sementara itu, guru pendamping Teofikus Talang, S. Ag. didampingi Sr. Evangina, Per serta Marselina K. Meol, S. Pd. mengaku sangat  bangga dan mengapresiasi kegiatan festival tersebut.

Harapan masyarakat NTT dengan kegiatan festival ini dapat memperkenalkan  budaya sebagai salah satu aset destinasi pariwisata di NTT dan berharap kegiatan ini terus digalakkan setiap tahun agar dapat mengembangkan potensi dan kreatifitas siswa melalui sebuah  kompetisi yang sehat.

Kontributor BIN.Com NTT

Lusia Yasinta Meme

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here