Pembangunan RSUD Stagen Kota Baru yang Mangkrak/ Foto : BHD/Red


Beritainternusa.com, Kotabaru  ( Kalsel ) – Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan diduga banyaknya pembangunan yang mangkrak baik yang bersumber pada angaran APBD-I Provinsi Kalimantan Selatan, APBD II Kabupaten Kotabaru maupun APBN. Dugaan banyaknya pembangunan yang mangkrak akibat defisit anggaran dan perencanaan/kajian yang tidak sempurna seperti mangkrak Pembangunan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Pembangunan RSUD Stagen Kotabaru, Terminal Dishub di Sengayam Kecamatan Pamukan Barat,  PDAM di Kecamatan Pulau Laut Barat dan PLTU Sigam Kecamatan Pulau Laut Utara.

Yudi Sunardi dan Yusuf Hartawan masyarakat kotabaru beberapa waktu lalu menyampaikan pada awak media Berita Internusa.com sangat prihatin  banyaknya pembangunan yang mangkrak dikabupaten kotabaru khususnya pembangunan  RSUD Stagen yang dibangun sejak 2010 ( era  Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjanji Rais, S.Sos ) hingga ditulisnya berita ini RSUD tersebut belum selesai/belum dapat difungsikan.  Masyarakat Bumi Sa-ijaan tentunya sangat berharap pada Bupati Kotabaru  H. Sayed Jafar, SH   dipenghujung masa bhaktinya  (  masa bhakti  2015 – 2020 ) Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Stagen tersebut sudah dapat  difungsikan, ucap Yudi Sunardi maupun Yusuf Hartawan.  

Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Stagen  Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan yang terletak di Desa Stagen Kecamatan Pulau Laut Utara, dengan luas lahan lebih kurang 5 hektar dan yang terbangun lebih kurang 4,500 meter.  Peletakan batu pertama pada berkisar tahun 2008 oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan H. Rudy Arifin, Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Anton Bahrul Alam disaksikan oleh Bupati Kotabaru Drs. H. Sjachrani Mataja, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru drg. Cipta Waspada dan unsur Muspida Kabupaten Kotabaru. Pembangunan RSUD Stagen Kotabaru terakhir dikerjakan oleh PT. Mutiara Indah Abadi kontraktor dari Kalimantan Tengah.

Yudi Sunardi dan Yusuf Hartawan mengatakan dari sumber yang dapat dipercaya pembangunan RSUD Stagen menghabiskan  anggaran sejak 2010 sampai dengan 2019 sebesar Rp. 91,3 milyar dengan rincian sebagai berikut ;

1). Tahun 2010 Rp. 10 milyar merupakan bantuan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan.

2). Menggunakan APBD Kabupaten Kotabaru Tahun 2012    Rp. 4 milyar, Tahun 2014 Rp. 5,2 milyar, Tahun 2015        Rp. 13,8 milyar, Tahun 2016 Rp. 51 milyar, Tahun 2017    Rp. 4,5 milyar dan tahun 2019 Rp. 2,8 milyar. Namun anggaran tahun 2019 sebesar Rp. 2,8 milyar tidak dilaksanakan akibat pemerintah kabupaten kotabaru defisit anggaran.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Kotabaru Drs. H. Said Akhmad, MM selaku Ketua TAPD Kabupaten Kotabaru ketika dikonfirmasi beritainternusa.com diruang kerjanya beberapa waktu lalu  mengatakan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Stagen pada tahun 2020 akan dilanjutkan lagi pembangunannya dan mohon doa masyarakat kabupaten kotabaru  RSUD Stagen  tidak terlalu lama lagi sudah dapat difungsikan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik pada masyarakat Bumi Sa-ijaan.

Adapun menyangkut anggaran sejak awal pembangunan RSUD Stagen tahun 2010 tidak banyak mengetahui, lantaran menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru sejak bulan Mei 2017.

Lambatnya penyelesaian pembangunan RSUD Stagen lantaran sejak tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Kotabaru defisit anggaran, namun pada tahun 2020 RSUD Stagen akan dilanjutkan pembangunannya,  ucap Said Akhmad. (BHD/BIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here