Beritainternusa.com Kotabaru (Kalsel) – Bertempat diruang kerja Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alaydrus, SH melaksanakan acara penandatanganan dan kerjasama memorandum of understanding (MoU) antara pihak Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Selatan, terkait tentang Pengembangan Jasa Lingkungan objek Wisata Alam Gunung Mamake Dalam Kawasan Hutan di Wilayah Kerja KPH Pulau Laut Sebuku Kabupaten Kotabaru, Sabtu 9 Nopember 2019.
Pantauan Beritainternusa.com, Dokumen di tandatangani langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nururofiq, S.Hut,MP, dan Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alaydrus, SH.
Acara penandatanganan disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kotabaru Said Akhmad As-Segaf, Kepala KPH Pulau Laut Sebuku Ibu Dewi, dan sejumlah Pejabat SKPD Kotabaru.
Usai penandatanganan MOU, dalam wawancara dengan sejumlah awak media Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alaydrus, SH mengatakan, “penandatanganan kerjasama ini adalah bertujuan untuk mengembangkan objek wisata Gunung Mamake, sekaligus perencanaan pembangunan jalan di tahun 2020 dibantu oleh Pemprov Dinas Kehutanan Provinsi sekaligus pendamping agar jangan sampai melanggar batas-batas yang dilarang, mana batas garis APL atau batas Hutan lindung,” katanya.
Kedepannya dihari jadi Kabupaten Kotabaru kita persiapkan untuk even Nasional atau internasional yang digunakan oleh atlet paralayang dan Gantolle yang mana kemaren sudah dilakukan berkali-kali uji coba dengan hasil yang baik dan ideal,” tambahnya.
Begitu pula Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Kalsel Hanif Faisol Nururofiq, S.Hut,MP mengatakan, “ini adalah momen sangat penting, pemprov Kalsel mendukung sepenuhnya dengan pelaksanaan gagasan ide kegiatan Bapak Bupati Kotabaru untuk mengembangkan wisata paralayang, kita sudah diskusi dengan para pelaku paralayang dan telah diuji beberapa spot diwilayah Kalimantan Selatan dan yang cocok hanya di Kabupaten Kotabaru Gunung Mamake,” ucapnya.
Pemprov Kalsel sudah mendiskusikan ini dilingkup SKPD, kami akan turun komprehensif, jadi akan turun total mulai dari Dinas PU Kalsel akan membangun jalan dengan dana 5 milyar untuk tahun  2020 sudah aman dan diminta lelang awal, kemudian dari Dinas Kehutanan akan mendesain di dalamnya dengan jalan-jalan yang memang sesuai dengan ketentuan kehutanan, dan infrastruktur pendukung dari Dinas Kehutanan dan yang penting desain tapak terhadap wisata Mamake dan Bapake.
Sesuai dengan keputusan kementerian harus pembangunan standar jangan sampai mengganggu wisata itu sendiri. Kemudian Minggu depan Kadispora dan Kadispudar se-kalimantan Selatan akan diskusi di Kemenpora untuk mengambil slot 5 even Nasional yang mana 3 masih kosong pelaksanaannya kita akan ambil,” pungkasnya.
Pewarta : Mahmuddin Noor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here