Jalan Usaha tyani RT.03 di Duga Biaya sekitar Rp. 52 Juta

BeritaInternusa.com – Kotabaru ( Kalsel ) Pembuatan jalan usaha tani berlokasi di RT. 11 Desa Tanjung Sari ( Dana Desa TA 2016 ) sebesar Rp. 483.450.000,- . Sebagaimana bukti yang dimiliki awak media berita internusa.com diduga dana desa sebesar Rp. 200 juta dipindahkan ke rekening pribadi AS ( kepala desa tanjung sari ) pada BRI Rek. No. 723001004433530. Begitu juga jalan usaha tani yang berlokasi di RT 03 dengan anggaran dana desa TA 2018 sebesar Rp. 52 juta hingga ditulisnya berita ini kedua jalan usaha tani tersebut tidak ada kelanjutannya masyarakatpun bertanya-tanya. Keluhan masyarakat yang disampaikan pada awak media Berita Internusa.com bahwa Kepala Desa Tanjung Sari Ahmad Subaidi dalam menjalankan roda pemerintahan desa bertangan besi perangkat desa yang terlalu mengoreksi kebijakan yang kurang tepat langsung diganti seperti pergantian anggota BPD, Kaur desa, Kepala Dusun maupun RT. Ahmad Subaidi terlena dengan kekuasaan, jabatan merupakan amanah yang tidak kekal hanya mengitung waktu saja jabatan kepala 

desa akan berakhir, ucap masyarakatnya. 

Masyarakat Desa Tanjung Sari Kecamatan Kelumpang Barat Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu menyampaikan keluhannya pada awak media Berita Internusa.com terkait kelanjutan pekerjaan jalan usaha tani yang terletak di RT 11 dana desa TA 2016 sebesar Rp. 483.450.000 dengan volume pekerjaan panjang 2.290 meter, lebar 5 meter dan tinggi badan jalan 0,2 meter ( sesuai RAB tahun 2016 ). Awak media Berita Internusa.com 22/10 konfirmasi dengan masyarakat yang sangat mengetahui terkait pekerjaan tersebut mengatakan sampai dipenghujung kegiatan tahun 2016 dana terserap berkisar Rp. 253 juta dengan rincian kegiatan

Data rekening dugaan dana masuk rekening pribadi

pekerjaan diantaranya pembersihan/penebangan pohon karet, bayar sewa Dozer, Greider, Stum dan bayar harga batu base coarse sebanyak 1.212 M3 atau 300 reet @ Rp. 175.000,- serta bayar upah pekerja dengan system suakelola. Volume pekerjaan yang dicapai yaitu panjang jalan 1.400 meter, lebar 5 meter dan tinggi badan jalan 0,2 meter. Sebagai Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) tahun anggaran 2016/Dana Desa biaya pembangunan jalan usaha tani RT 11 desa tanjung sari sebesar Rp. 483.450.000 dan dikurangi biaya pekerjaan tahap pertama Rp. 253.000.000, sisa dana desa pembangunan jalan usaha tani RT 11 tahun 2016 sebesar Rp. 230.450.000. Dari sisa anggaran tersebut dipindah ke rekening pribadi AS ( kepala desa tanjung sari ) sebesar Rp. 200.000.000, sisa anggaran pembangunan jalan usaha tani Rp. 30.450.000, kemudian pada hari yang bersamaan diambil lagi Rp. 30.000.000, sehingga pertanggal 27 desember 2016 dana pembangunan jalan usaha tani tersebut tersisa hanya Rp. 450.000 saja, akibatnya sebagaimana fakta dilapangan jalan usaha tani tersebut tidak dapat difungsikan masyarakat untuk ke ladang.

Masyarakat yang mengetahui terkait dengan keuangan desa ketika itu dikonfirmasi awak media Berita Internusa 26/10 melalui telpon seluler membenarkan diperhujung anggaran tahun 2016 atas perintah Kepala Desa Tanjung Sari Ahmad Subaidi agar dana desa sisa pekerjaan pembuatan jalan usaha tani RT 11 dipindahkan ke rekening pribadi pada Bank Rakyat Indonesia atas nama Ahmad Subaidi sebesar Rp. 200 juta sebagaimana bukti yang dimiliki awak media Berita Internusa.com, alasan pemindahan kerekening pribadi agar mudah dicairkan jika diperlukan.

JL.Usaha tani RT.11 diduga dengan Anggaran dana Desa RP.483.450. 000

Begitu jalan usaha tani yang terletak pada RT 03 desa tanjung sari dana desa TA 2018 sebesar Rp. 52 juta hingga ditulisnya berita ini jalan usaha

tani tersebut tidak ada kelanjutannya, tidak ubahnya cara-cara meraup uang Negara seperti pembangunan jalan usaha tani pada RT 11 desa tanjung sari.

Kepala Desa Tanjung Sari Ahmad Subaidi dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp menjelaskan bahwa dana desa pembangunan jalan usaha tani di RT 11 sebesar Rp. 200 juta yang dipindah/ditransfer ke rekening pribadi, dibenarkan Ahmad Subaidi beralasan Bank Kalsel yang terdekat hanya ada di Serongga dan kalau Bank BRI yang terdekat ada di Geronggang tidak jauh dari desa tanjung sari. Yang patut dipertanyakan apa dasar hukumnya uang Negara/dana desa yang cukup besar semudah itu dipindah ke rekening pribadi. Hal ini berdampak jalan usaha tani RT 11 tidak dapat difungsikan dengan baik oleh petani lantaran anggarannya tidak jelas arahnya, ucap masyarakat.

Kemudian untuk jalan usaha tani di RT 03 dengan anggaran sebesar Rp. 52 juta penjelasan Ahmad Subaidi semuanya ada berita acaranya karena waktu itu enggak ada kemarau dengan kesepakatan pemanfaatan jalan dan yang punya ladang serta pihak kecamatan, maka dialihkan kearah nganan pada RT 03 dengan kapasitas yang sama. Patut dipertanyakan apakah batu base coast yang dihampar pada jalan tersebut apakah sudah sesuai sebagaimana yang tertuang dalam RAB tahun 2018, masyarakat yang melewati jalan tersebut untuk keladang sangat kecewa dengan kwalitas jalan usaha tani tersebut.

Masyarakat desa tanjung sari menyampaikan pada awak media Berita Internusa.com bahwa pada saat Musrembang desa tahun 2017 dilaporkan bahwa sisa anggaran pembuatan jalan usaha tani di RT XI

terseisa Rp. 136.000.000.- masyarakat yang hadir pada saat musrembangdes tidak percaya atas laporan tersebut, pasalnya selama ini semua pekerjaan yang ada didesa tanjung sari dikuasai oleh kepala desa seperti TPK, Kaur, BPD tidak pernah difungsikan hanya simbol, ucap beberapa masyarakat. ( BHD/BIN ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here