Beritainternusa.com, Kotabaru KalselH. Ahmad Fitriadi Fazriannnoor, SH. M.Hum, Kepala Inspektorat Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan,  ketika ditemui awak media Berita Internusa.com 30/10 diruang kerjanya mengatakan setelah adanya pemberitaan tersebut sesegera mungkin  berkoordinasi dengan Inspektur pembantu wilayah III orbrik pemeriksaan tersebut termasuk didalamnya Kecamatan Kelumpang Barat. Inspektur wilayah III terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan BPMPD, karena BPMPD yang melakukan pembinaan terhadap desa dan juga akan berkoordinasi dengan Camat Kelumpang Barat pada saat itu.

Inspektorat dalam waktu dekat akan mencari data data pelaksanaan anggaran pada tahun 2016 dan anggaran tahun 2017 didesa tanjung sari  melalui Kecamatan Kelumpang Barat,  apakah desa tanjung sari  sudah pernah dilakukan pemeriksaan.  Kepala Inspektorat akan mencari data-data apa sebabnya dana desa tahun 2016 sebesar Rp. 200 juta tersebut dipindahkan kerekening pribadi dan akan berkoordinasi secepatnya dengan BPMPD selaku pembina desa,  ucap H. Ahmad Fitriadi F.

Menyangkut dana desa tentunya pemerintah pusat akan mentransfer kerekening pemerintah daerah, kemudian dari pemerintah daerah akan mentransfer kerekening desa akan tetapi sebelum ditransfer kerekening desa tentunya ada tahan-tahapan yang dilalui dengan mekanisme yang sudah ada, jika ada dana desa yang  ditransfer kerekening pribadi itu yang akan kita selediki.  Untuk mencari informasi awal apakah sebelumnya sudah ada pemeriksaan tentunya akan berkoordinasi pada instansi terkait.  Setelah itu kita akan membuat talaahan staf untuk disampaikan ke Bupati Kotabaru melalui Sekretaris Daerah apa langkah-langkah yang harus diambil  terhadap Kepala Desa Tanjung Sari Kecamatan Kelumpang Barat yang diduga menyalahgunakan dana desa / Keuangan Negara.

  1. Ahmad Fitriadi Fazriannoor,  baru lebih kurang tiga bulan menjabat sebagai Kepala Inspektorat Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan  bertanya-tanya ada apa dibalik permasalahan ini dana desa tahun anggaran 2016 sebanyak Rp. 200 juta semudah itu dipindahkan kerekening pribadi, padahal pencairan dana desa harus melalui mekanisme dan tahan-tahan baku.  ( BHD/BIN )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here