Tampak PT. JBA memperbaiki jalan sungai karuh yang rusak.

Beritainternusa.com, Kotabaru (Kalsel) — Surat Permohonan Perlindungan Hukum Pada Pertambangan Resmi dari PT. Arutmin Indonesia Tambang Senakin Nomor : 149/AI-SNK/IX/2019 tertanggal 13 September 2019  yang ditujukan Kapolsek Kelumpang Tengah Polres Kotabaru yang  ditanda tangani oleh Site Manager/Kepala Teknik Tambang Tambang Senakin Dedi Heriyanto, berbuntut panjang karena Kepala Desa Sangsang Muhammad Kusairi merasa dipitnah dan warga masyarakat merasa keberatan dengan aktifitas kendaraan perusahaan batubara tersebut.

Dalam surat itu dijelaskan bahwa PT. Arutmin Indonesia pemegang Perjanjian Karya Perusahaan Batubara dengan Pemerintah Republik Indonesia tanggal 2 November 1981 (PKP2B) dan telah ditetapkan sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 2078 K/02/MEM/2005, No. 1762.K/07/MEM/2007 dan No. 3407 K/07/MEM/2012 dengan memohon perlindungan hukum terhadap usaha pertambangan batubara berbunyi : 1). Bahwa PT. Arutmin Indonesia telah menunjuk PT. JBA (Jasa Bara Anugerah) sebagai kontraktor jasa pertambangan yang sah dan memegang Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) untuk melaksanakan kegiatan pertambangan pada Area DU-302 desa Sangsang dalam wilayah PKP2B PT. Arutmin Indonesia. 2). Bahwa oleh karena jalan angkut batubara (hauling) yang dimiliki oleh Arutmin (jalan papua) sedang dalam proses perbaikan, maka PT. JBA berinisiatif untuk sementara waktu menggunakan Jalan Sungai Karuh dengan melakukan perawatan dan penyiraman air pada jalan untuk meminimalisir debu.  3). Bahwa aktivitas hauling PT. JBA sementara waktu tersebut dihalangi-halangi oleh Kepala Desa Sangsang dengan alasan semua angkutan batubara illegal harus menyetor uang sebesar Rp.3.500,-/ton melalui kepala desa sangsang.

Hal tersebut telah disikapi dengan serius oleh Polsek Kelumpang Tengah dengan dilakukan pertemuan dengan pihak terkait pada  Selasa 1 Oktober 2019, bertempat  disungai karuh. Pertemuan tersebut dihadiri masyarakat sungai karuh desa sangsang, perwakilan Camat Kelumpang Tengah, Kapolsek Kelumpang Tengah Iptu IKSAN.P dan Babinsa desa sangsang Sertu M. Yusuf yang mewakili Dan Ramil.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Desa Sangsang Muhammad Kusairi mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Site manager/KTT PT. Arutmin Indonesia Tambang Senakin dalam surat tersebut tidak benar dan tidak mendasar serta fitnah, karena menurutnya, selama ini sebagai kepala desa maupun pribadi tidak pernah menerima uang maupun bentuk lain dari PT. JBA.

“Dedi Heriyanto selaku Site manager/kepala teknik tambang harus dapat membuktikan jangan asal tuduh, jangan berlindung dibelakang fitnah demi nyamannya truk-truk ukuran besar mengangkut batubara melalui jalan masyarakat sungai karuh desa sangsang yang merupakan jalan kabupaten kotabaru provinsi Kalimantan selatan,” tegas Kusairi.

Sedangkan Kapolsek Kelumpang Tengah Iptu Iksan.P berjanji akan menyampaikan keluhan masyarakat terkait jalan sungai karuh pada PT. Arutmin maupun pada PT. JBA.  Janji Kapolsek terbukti pada sore harinya jalan sungai karuh yang berlobang mulai diperbaki oleh PT. JBA. Namun harapan masyarakat tidak hanya sampai perbaikan jalan saja, greinase/paret yang rusak mendapat perhatian untuk dapat diperbaiki oleh PT. JBA (Jasa Bara Anugerah).

Kepada beritainternusa.com M. Kusairi S.Ag mengatakan bahwa berdasarkan Keputusan Bupati Kotabaru Nomor : 188.45/437/KUM/2018 tertangal 16 Mei 2018, jalan sungai karuh Desa Sangsang Kecamatan Kelumpang Tengah, menurut statusnya sebagai  jalan  kabupaten di kabupaten kotabaru.   Muhammad  Kusairi, S.Ag yang berasa difitnah  juga mempertanyakan apakah PT. Arutmin Indonesia Tambang Senakin pemegang  PKP2B menunjuk PT. JBA sebagai kontraktor sudah sesuai ketentuan yang berlaku dalam PKP2B, sistimnya  apakah sudah sesuai dengan sistim penambangan batubara PKP2B dan masih banyak yang patut dipertanyakan. “Sebagaia Kepala Desa Sangsang saya  merasa dijalimi dan dipitnah, dan untuk mendapatkan  keadilan yang seadilnya, maka masalah ini akan kami bawa  ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Kementerian terkait,  agar penambangan batubara khususnya di desa Sangsang kedepannya terang benderang sehingga tidak ada lagi fitnah,” ucap M. Kusairi. Kusairi menambahkan, hal tersebut dilakukan sesuai dengan himbauan Presiden Republik Indnesia Joko Wido melalui siaran TV swasta mengancam akan mencabut izin konsesi yang dipegang oleh perusahaan swasta maupun BUMN jika tidak menyerahkan lahan masyarakat yang masuk kedalam wilayah konsesi tersebut. Joko Widodo sudah mengingatkan agar perusahaan swasta maupun BUMN penerima konsesi  menyerahkan lahan masyarakat bila wilayah desa atau kampung masuk dalam konsesinya. Joko Widodo mengatakan kerap mendapat keluhan dari masyarakat saat membagikan sertifikat tanah maupun berkunjung kedaerah terkait sengketa lahan baik dengan  Swasta,   BUMN  maupun  pemerintah

Sejumlah masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan  beberapa tahun lalu jalan sungai karuh digunakan oleh PT. Thies sebagai kontraktor PT. Arutmin Indonesia Tambang Senakin untuk mengangkut batubara kepelabuhan namun jalan tersebut selalu dipelihara tidak ada jalan yang berlobang, selalu disiram dan pada malam hari tidak ada kegiatan mengangkut batubara  sehingga masyarakat yang tinggal disekitar jalan sungai karuh tidak terganggu, rambu-rambu jalan pengatur kecepatan truk selalu dipasang.  Namun kenyataannya pada saat ini dapat kita lihat bersama jalan sungai karuh berlobang, pada musim kemarau debu masuk kedalam rumah/kamar tidur, jika hujan turun jalan jadi lumpur, jalan sungai karuh merupakan jalan kabupaten.

Menurut masyarakat desa Sangsang disamping masalah jalan juga masalah status lahan lokasi tambang juga tidak beres di wilayah itu. Masih ada saling meng-klim antara penambang batubara dengan masyarakat pemilik lahan.

Ditemui terpisah usai pertemuan Kades Sangsang lebih jauh mengatakan,  “pada tahun 2016/2017 melalui APBD II Kabupaten Kotabaru mengucurkan dana berkisar Rp. 800 juta untuk pembuatan greinase/paret sepanjang 4 km  namun sekarang ini greinase/paret pada hancur, siapa yang harus bertanggung jawab,” ucap Muhammad Kusairi.

Menurutnya, Surat Site Manager/Kepala Teknik Tambang PT. Arutmin Indonesia Tambang Senakin  point 2 berbunyi bahwa oleh karena jalan angkut batubara (hauling) yang dimilik oleh Arutmin (jalan papua) sedang dalam perbaikan, maka PT. JBA berisiatif untuk sementara waktu menggunakan jalan sungai karuh dengan melakukan perawatan dan penyiraman air pada jalan untuk meminimaksir debu, namun paktanya hingga selasa 1/10 pukul 12.00 Wita jalan sungai karuh sana sini berlobang dan berlumpur.

Sementara itu, H. Sjamsuddin ex. karyawan PT. Arutmin Indonesia Tambang Senakin yang mengikuti pembebasan lahan masyarakat pada tahun 1986 saat dihubungi melalui telpon seluler oleh awak media Berita Inter Nusa mengatakan jalan dari simpang lima sampai batas desa Tamiang Bakung murni jalan masyarakat sungai karuh desa sangsang sepanjang lebih kurang 4 km belum pernah dibebaskan oleh PT. Arutmin Indonesia Tambang Senakin. Hanya saja pada saat itu jalan sungai karuh  yang digunakan angkutan batubara (hauling) sangat diperhatikan pemeliharaannya dan malam hari tidak pernah ada angkutan batubara.  Namun jika dibandingkan pada saat ini jalan sungai karuh banyak berlobang, tidak ada pemeliharaan, siang maupun malam digunakan untuk mengangkut batubara truk-truk berukuran besar. (BHD/BIN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here