Massa HMI di Flyover Senayan. ©

Beritainternusa.com,Jakarta – Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR. Mereka meminta agar kasus kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo di Kendari, Sulawesi Tenggara diusut tuntas.

Mahasiswa tersebut tewas saat melakukan aksi demonstrasi menolak RUU KUHP dan UU KPK baru. Mereka adalah Randi dan Yusuf Kardawi.

“Dalam pelaksanaan revisi undang-undang menyalahi aturan. Lalu tewasnya mahasiswa itu pelanggaran HAM. Kami dari HMI turun ke jalan untuk menyerukan itu,” tegas seorang orator melalui pengeras suara di Flyover Ladokgi, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10).

Selain kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo, HMI kembali menyinggung UU KPK yang baru. Ditekankannya, KPK harus diperkuat bukan justru diperlemah.

HMI memastikan aksi mahasiswa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi rakyat. Mereka menilai apa yang dilakukan anggota DPR di sisa masa jabatannya menyalahi aturan.

“Innalilahi Wainalilahi Rojiun. Kita kembali turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat,” ucap orator lantang.

Sebagai informasi, ratusan mahasiswa dari berbagi universitas akhirnya diperbolehkan melakukan long march dari depan TVRI ke bawah Flyover Ladokgi, Senayan, Jakarta Pusat. Massa di mana sebelumnya tidak diperbolehkan mendekati gedung DPR / MPR RI, dan terhenti di depan TVRI.

Pantauan merdeka.com, mereka kini berada di bawah Flyover Ladokgi dan kini di halau oleh anggota Marinir dan kepolisian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here