Cerita ini ditulis atas izin dan  permintaan yang bersangkutan

Penulis : Septi Nuraini & Sandra Monika

                            Pengorbanan Dan Ketulusan Cinta

 

Hari itu terik matahari begitu menyengat, “AS” mendapat telp dari dealer bahwa mobil pesananya sudah jadi. Haloo dengan bapak “AS” betul dari mana tanya “AS “ ini dari dealer pak memberi tahu bahwa mobil pesananya sudah siap diantar.

Baik ibu , segera dianter  besuk pagi ya, jawab “AS’ baik pak besuk siap diantar. Ucap petugas dealer.

“AS” kemudian menelpon “BR” Assalamu alaikum sayang , walaikumsalam abang .. jawab “BR” Mobil sudah datang besuk abang antar.

Alhamdulillah ya allah, jam berapa abang antar ? tanya “BR”

Dari  sini jam 10 an ya, baik sayang besuk umi masak buat abang special kusus buat bapak ini, candanya”

Keesukan harinya “AS” siap mengatar mobil , “AS” mengemudi sendiri karena membawa dua mobil, satu dibawa sopir pribadinya.

Ditengah perjaanan kena macet, “AS” ditelp “BR” abang dah sampai mana ?? tanya “BR”

Abang ga jadi datang, ada urusan mendadak “AS” menggoda “BR” dengan candaanya’

Abang yang bener,, ini umi udah masa banyak, kalau abang ga jadi buat siapa ? ucap “BR”

Habis Abang ada urusan mendadak, jadi batal ga jadi datang, ledek “AS”

“BR” langsung bilang ke Ibunya, ibu katanya Abang ga jadi kesini, ucapnya”

Ibu “BR” sebagai orang tua menjawab dengan santainya, jadi itu pasti bohongi, percaya ibu, pasti datang dia. Kata ibunya “BR”

Tak selang berapa lama “AS” telp “BR”, umi kedepan, ini ada barang-barang yang perlu dibawa. Dengan gaya manjanya “BR” menjawab, ich abang bohongin umi ya, katanya tadi bilang ga jadi. Ich sebel sama bapak ini , ngambek manjanya, “BR”,  tak  beberapa menit datang adiknya dan anaknya untuk mengambil sedikit oleh-oleh.

“AS” segera menuju rumah Orang tuanya “BR” ,kurang lebih seratus meter masuk dari jalan raya, gang sangat sempit diapit tembok kanan kiri oleh villa –vila disekelilingnya.

Assalamu alaikum, “AS” memberi salam sebelum masuk, namun keluarga sudah menunggu dengan sangat antusias, walaikum salam jawab Ibu bapaknya “BR”.

Anak “BR” yang “RT” langsung mendekat “AS” dan bersandar di pundaknya “As” terlihat bahwa anak ini kurang kasih sayang dari orang tuanya.

“AS” langsung mencium keningnya, sambil bertanya dari mana adik,, udah makan belum ??

“RT” dari main ayah “RT” udah makan, jawabnya “ kalau main jangan jauh-jauh iya . iya yah”

“AS” menyerahkan kunci mobil kepada “BR”  ini kunci mobilnya, STNK mungkin dua minggu lagi baru jadi. Kata “AS”

Orang tua “BR” banyak cerita tentang “AS” ini jiwanya seperti abah terbuka ceplas ceplos , jadi tidak canggung dll. Celoteh Bapaknya “BR”ditengah –tengah keluarga.

Tak lama kemudian ibu dan adiknya “BR” mengeluarkan makanan, menu kas arab nasi kapsah.

Dan beberapa menu lainnya. Ayo atuh makan dulu baru nanti ngobrol lagi, ucap ibu “BR”

Akhirnya semua diruangan terdiam, tak lama kemudian makan bersama, “AS” dan “BR” menunjukan kemesraanya didepan kluarga dan orang tua , makan sepiring berdua saling suap menyuapin.

Rasanya mereka berdua tidak mau terpisah satu sam lain.

Ayok sok nambah ,kata Ibu “BR” adik –adik “BR” juga tak ketinggalan bergabung bersama ,seperti sudah mengenalnya beberapa tahun yanga lalu.

Sayang nambah ya, Ucap ‘BR” kepada “AS” belum dijawab “BR” langsung ambil sepotong daging kambing dan nasi Kapsah.

“AS” cukup sudah, sudah sayang udah kenyang, kata “AS”, umi makan yang banyak ya biar gemuk, canda “AS” menggoda.

“AS” memang keterlaluan, untuk membuktikan ketulusan cinta, “AS” menyuapkan daging kepada “BR” yang sudah di gigit bahkan sudah dimasukan mulutnya.

“BR” tersenyum tanpa basa-basi langsung makan pemberian “AS”  “BR” pun demikian memberi suapan kepada “AS”.

Sudah sayang ,abang sudah Kenyang, kata “AS” “BR” menjawab dikit lagi sayang, tapi “AS” memang sudah kenyang, jadi ’AS’tak melanjutkan lagi.

Acara makan-makan udah selesai, “AS” mengajak “BR” dan bapaknya menengok kebon , dikebon “AS” dan “BR” saling menunjukan bahwa , kisah cintanya begitu tulus.

Beerapa kali “AS” memetik jambu hasil berkebun bapaknya “BR”.

dan waktu sudah menjelang magrib, Bapak ibu karena waktu sudah malem saya mohon pamit, lain waktu saya main lagi. kata “AS”

Iya terimakasih , tidak bisa memberi apa-apa nanti dijalan hati-hati. Ucap bapaknya “BR”

sayang abang balik ya, kalau ada job hati-hati bawa mobil,jaga hati jaga diri. Ok

Iya sayang pasti, jawab “BR” sambil mengangguk, adik ayah pulang ya kamu jangan main jauh-jauh, rajin belajar jangan nakal.ucap “AS” kepada “RT” putri “BR”

Semua keluarga bersalaman , tak lupa “AS” cium tangan kedua orang tua “BR” begitu pula “BR” selalu cium tangan “AS”

“BR” mengantarkan “AS” didepan , udah ya sayang abang balik, ucap “AS” iya sayang hati-hati sampai sana kasih kabar.kata “BR”

Bersambung ……………………………………………………….?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here