Cerita ini ditulis atas izin dan permintaan yang bersangkutan

Penulis : Septi Nuraini & Sandra Monika

                                               Cinta semakin berkembang

pagi itu suara adzan terdengar, AS langsung ambil air wudlu , seperti biasa AS pagi itu mengucapkan salam kepada “BR”

assalamu alaikum sayaang , sholat subuh ,pinta “AS” , “BR” langsung menjawab iya sayaang  sudah A\Abang sudah sholat subuh belum ? tanya “BR”

Iya sayang sudah.jawabnya”

Sayang keluargamu sudah tahu belum hubungan kita ? tanya “AS”

Iya sayang , sehabis pertemuan itu “R” “panggilan putrinya BR” seneng banget, dirumah langsung girang, abah emak panggilan “R” ke nenek dan kakeknya, pacar umi baik banget “R”, baik banget.  Dia girang banget sayang , belum pernah umi melihat dia sebahagia itu. Kata “BR”

Sayang kata Ibu & bapak suruh main kerumah biar kenal sama keluarga, kata “BR”

Iya sayang nanti pasti abang main, kan semua perlu perhitungan dan waktu mengingat kesibukan yang selalu menjadi rutinitas sehari-hari. Jawab “AS”

Untuk sementara kita ketemu lagi dulu biar saling memahami lebih jauh,pinta “AS”

Iya sayang , kalau begitu besuk kita ketemu sambil buka bersama, nanti umi pesen resto , ketemu disana kita. Jawab “BR” baiklah sayang sampai besuk ya . ucap “BR”

Keesukan harinya ‘AS” berangkat seperti biasa kekantor jam 7.00 wib, sampai kantor ‘AS’ meminta  sekertarisnya  membeli oleh-oleh untuk dibawa ketempat kekasihnya.

“E’ panggilan sekertarisnya, kamu beli oleh-oleh untuk persiapan lebaran ya, perintah ‘AS’ kepada sekertarisnya.

Baik pak, jawab sekertaris tersebut”

Tidak lama kemudian oleh-oleh sudah tiba, ‘AS”  langsung siap-siap bersama pengemudinya berangkat menemuai kekasihnya didaerah puncak.

Perjalan padat merayap , sehinnga sore hari menjelang buka puasa baru tiba dilokasi, namun ‘BR” belum kelihatan.

Tak lama kemudian telp berdering, abang sabar ya macet jalannya , kata “BR”  iya sayang santai aja . jawab “As”

Tak selang beberapa lama “Br” datang ditemani seorang laki-laki berinisial “RD” adik kandungnya “BR”.

Sudah lama menunggu ya say, tanya “BR’ ke “As” baru saja ayo langsung buka puasa, menunya dah siap. kata “As’.

Akhirnya obrolan berhenti sejenak, karena sedang menikmati makanan, tak beberapa menit, “:As’ buka suara, ini adiknya say, tanya “As” iya say ini adik saya namanya “RD’

Kenalkan saya “AS” temen kakaknya , celoteh “As’ sambil menyantapmakanan.

O’iya sayang Abang bawa oleh-oleh buat persiapan lebaran nanti bawa iya, kata “AS”

Ich abang repot-repot kata “BR”, ga apa-apa ga ngrepotin kok , jelas “AS”.

Tak lama kemudian “AS dan “BR pergi kemushola untuk menjalankan sholat Magrib.

Tak lama kemudian keduanya kembali ngobrol , sayang gemana tahu ga adiknya soal status abang, tanya “AS” sudah sayang “BR” sambil mengangguk.

Terus responnya gemana ? tanya ‘AS” lagi”

Dia bilang ga apa-apa yang penting saling menjaga. Jawab “BR”

Kalau orang tua Ibu dan Bapak bagaimana ? tanya “AS” sedikit mendesak “BR”

Sebelum dijaweab “AS” berkata’ sayang apapun yang terjadi kamu harus ngomong sama orang tua , kalau abang memang sudah berkeluarga, supaya tidak ada masalah dikemudian hari.

Ya pasti nanti saya ngomong sayang, tenang aja, jawab “BR” menenangkan “AS”

Jangan sampai kita hubungan sudah terlalu dekat, nanti orang tua atau keluarga tidak setuju.

Sepahit apapun kamu harus ngomong sayang, biar ga ada yang tersakiti.tegas “AS”

Iya sayaang itu urusan umi, biar umi yang meyakinkan dan memberi penjelasan. Tegas “BR”

Oklah  kalau kamu sudah bilang sama keluarga abang baru akan datang kerumah. Jawab “AS”

Waktu semakin malam, akhirnya ‘AS’ memanggil pelayan, untuk membayar . selesai membayar ‘AS” ditemeni sopirnya dan “BR” bersama adiknya keluar dari resto tersebut, untu menurunkan barang-barang bawaanya.

Namun ternyata “RD” adik “BR” tak bisa membawa karena barang terlalu banyak, tidak bisa dibawa pakai motor.

Akhirnya “AS” bersama sopirnya mengantarkan sampai rumah di desa “TS”, namun “AS” belum bersedia mampir kerumah “BR”

Abang mampir dulu iya, ketemu ibu sama bapak, pinta “BR”  nanti saja Abang luangkan waktu main ketemu keluarga, jangan sekarang . jawab “AS”

Malam itu barang-barang diturunkan dan diangkat adik-adiknya “BR” setelah selesai “AS” bersama sopirnya balik menuju kekota.

Keesokan harinya “AS” mendapat kabar bahwa orang tua ‘BR” menyuruh “AS” datang kerumah

Abang semalem Ibu & Bapak tanya kenapa ga disuruh mampir, saya jawab nanti mau kesini kusus kalau sudah ada waktu, katanya habis hari raya Id’ul Fitri .

Iya sayang habis lebaran Abang main ke rumah, masakin yang enak –enak ya , janda “AS” kepada “BR”

Ok sayang nanti umi masakin yang enak kusus buat kekasihku , matahariku canda “BR” …

Bersambung …………………………………………………….?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here