Cerita ini ditulis atas izin dan permintaan yang bersangkutan

Penulis ” Septi Nuraini & Sandra Monika

                                                Pengorbanan Demi Cinta

menjelang hari raya id’ul fitri yang tinggal menghitung hari, “AS” telp “BR” assalamu alaikum sayang ,walaikum salam sayang jawab “BR”

maaf baru sempet hubungi, lagi padat kerjaan, kata “AS” ke “BR” ga apa-apa sayang umi paham kok kalau abang sibuk.

Sayang , umi mau ke pondok besuk abang ,katanya minta dikirimin buka puasa mau buka puasa bersama .

O’iya sayang salam dari saya ya, kalau sampai pondok nanti telp, abang mau ngobrol sama Abang, panggilan putranya “BR”

“BR” mempunayi putra yang sedang mondok dipesantren daerah mega mendung, sebut saja “RH” .

Beberapa jam kemudian “BR” telp kalau sudah sampai dipondok, Abang umi sudah sampai dipondok salamnya sudah umi sampaikan ke “RH” katanya salam kembali. Kata “BR”

Ok trimakasih ya, coba saya VC dia sayang, pinta “AS”  akhirnya keduanya telp VC dan ngobrol –ngobrol dengan asyiknya.

“RH” terlihat senang mengenal “AS” trerlebih “AS” orangnya terbuka ga ada basa – basi ceplas ceplos bicaranya jadi “RH” tidak merasa canggung.

Ok abang baik-baik diponbdok belajar yang rajin , kan calon ustaz canda “AS” kepada “RH”

“RH” dengan senyum-senyum menjawab terimakasih ayah. Ucapnya.

Tak lama kemudian “BR” pamit ,ya sudah sayang nanti umi telp lagi abang hati-hati kerja ya. Ucap “BR”

Ok terimakasih sayang, kamu juga hati-hati jaga hati dan jaga diri , ucap “AS”.

“AS” tipe orang yang pencemburu , jadi setiap “BR” pergi selalu mengucapkan , jaga diri jaga hati, yang dimaksud hati-hati jangan tergoda rayuan laki-laki lain.

Beberpa hari kemudia  “RH” libur dan pulang kerumah, disana “BR” memberi penjelasan tentang kedekatannya sama “AS”

Abang ,, panggil “BR” ke “RH” umi kan dekat sama “AS” orangnya baik dan baikjuga sama keluarga , kususnya kamu adik kamu dan ibu bapak, abang setuju ga ? tanya “BR” kepada ananknya.

Abang setuju aja ma sepanjang dia sayang mama dan keluarga, abang juga merasakan dia baik, ga ada basa-basi. Jawab “RH”

Iya umi juga merasakan hal itu, baru kali ini umi lihat cowok seterbuka ini, bisa merangkul keluarga.

Tak lama berselang “AS” telp “BR” assalamu alaikum sayang , ucap “AS” walaikum salam sayang , jawab ,”BR”

Ada dimana sayaaang ? tanya “AS”  umi ada dirumah sama “RH” lagi ngobrol  .jawab “BR”

Ini “RH” ngajak kepasar katanya Uang yang dari abang mau buat beli Hp. Kata “BR”

Mana dapet uang segitu, jawab “AS” kan Cuma Rp.500.000 Hp apa ? tanya “AS”

Iya kata “RH” yang murah aja seken ga apa-apa. Jelasnya”

Ya sudah pergi ke Counter sana , nanti kalau dah sampai telp Abang ya pinta “AS”

Tak lama kemudian , “BR” sudah ditempat Counter dan telp “AS” abang saya sama “RH” dah discounter, kata “BR”.

Ok “RH” suruh pilih nanti abang bayar transfer ke rekening counternya. Kata “AS”

Setelah “RH” pilih-pilih dan cocok salah satu HP akhirnya “AS” membayar via transfer , terimaksih ayah , makasih banget ,ayah baik banget semoga rezeki ayah selalu bertambah.  Kata “RH” sambil berkaca-kaca matanya.

Amin3x baik-baik ya dirumah jaga mama baik-baik , ok ayah siap kata “RH”

Seampai dirumah “BR” VC  “AS” mengucakan terimakasih, abang terimakasih ya atas kebaikannya, umi semakin yakin abang adalah laki-laki yang selalu hadir disetiap sholat malamku.  Kata “BR”

Amin3x semoga sayang kita akan saling mencintai sampai akhir hayat. Jawab “AS”

Tak lama terdengar suara anak’ umi-umi itu ayah ya, suara terdengar melalui ponsel “AS” iya ini ayah , adik mau ngomong sama ayah, tanya “BR”

Iya mau –mau jawab “RT” anak “BR” yang masih berumur 10 tahun.

Sayang “RT” mau ngobrol sama abang, kata “BR” o’ia ga apa-apa mana orangnya ? tanya “AS”

Tak berapa lama salam diucapkan “AS” ke ”RT” assalamu alaikum adik , ucap “AS” walikum salam jawab “RT” dengan polosnya.

Adik udah makan ? tanya “AS” udah jawab “RT” singkat.

Iya sudah jangan nakal iya jadi anak sholehah , belajar biar pintar, kalau ada apa-apa telp ayah ya. Ok . jawab “RT”.

Iya sudah telpnya kasih umi, pinta “AS” sayang “AS” memanggil “BR” dengan mesranya, gmn kamu sudah bilang sama keluarga belum tentang setatus abang ? tanya “AS” kepada “BR”

Iya sayang , tenang aja semua itu urusan umi, abang berfikir positif aja. Jawab “BR”

Baiklah sayang, o’iya abang tiga hari lagi mau tengok orang tua sekalian lebaran disana, kamu hati-hati selama abang tinggal iya ? ingat poesen abang, jaga hati jaga diri. Ucap “AS”

Iya sayang jangan kawatir, umi bukan tiupe orang gampangan , abang pulang hati-hati salam buat keluarga.

Umi tunggu kehadiran abang setelah lebaran, ibu bapak menunggu , tutupnya.

Bersambung …………………………………………………………….??

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here