Kivlan Zen

Beritainternusa.com,Jakarta – Tersangka kepemilikan senjata ilegal, Kivlan Zen tengah terbaring lemah di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Kivlan menderita penyakit paru-paru yang membuat dirinya harus dirawat intensif.

Sejak ditahan di Rutan Polda Metro, kondisi Kivlan menurun. Hingga akhirnya drop dan harus dirawat di rumah sakit sejak 16 September lalu.

Kivlan terbelit kepemilikan empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Seharusnya, sidang lanjutan kepada Kivlan dilanjutkan pekan ini. Namun karena masalah kesehatan, hakim memberi keringanan untuk menundanya selama dua pekan.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sampai dua kali minta Kivlan dibebaskan. Bukan tanpa alasan, dia melihat jasa Kivlan sudah banyak untuk negeri ini.

“Saya kan sudah minta dibebaskan dulu. Tapi ini katanya politik. Saya itu enggak mau kalau ada main-main politik. Kalau sebagai purnawirawan, ya saya maunya tidak ditangkap,” kata Ryamirzad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 17 September 2019.

“Saya tahu ada kekurangan ada kelebihan. Kelebihannya banyak. Dia berpuluh tahun sampai pensiun mengabdi kepada negara ini,” kritik Ryamizard.

Soenarko

Nasib Kivlan mungkin tak semujur dengan Eks Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko. Soenarko juga sempat terbelit kasus yang hampir sama dengan Kivlan, penyelundupan senjata. Namun bedanya, Soenarko sudah bisa menghirup udara bebas setelah penahanan ditangguhkan atas jaminan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Bukan cuma Panglima TNI, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan 102 jenderal purnawirawan TNI menjaminnya pada 21 Juni 2016.

Pengacara Soenarko, Ferry Firman mengatakan, saat ini Soenarko sedang dalam kondisi baik dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Acara-acara purnawirawan beliau hadir, sempat juga ke Malang  ke tempat keluarga, tapi dalam hal ini klien saya dipantau ya kegiatannya seperti apa,” kata Ferry, Rabu (18/9) malam.

Ferry mengatakan, status kliennya hanya menunggu panggilan bila diperlukan keterangan lanjutan dari pihak Polri yang mengangani kasus ini. Dia juga menegaskan untuk siap hadir dalam sidang kasus dugaan kepemilikan empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam yang dilakukan rekannya Kivlan Zen, bila diperlukan.

“Kalau diminta oleh Pak Kivlan untuk menghadiri sidang ya beliau hadir, sebagai sesama purnawirawan,” jelas Ferry.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here