Beritainternusa.com, Kupang (NTT) — Para peserta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Sekolah Menengah Atas tahun 2019 sedang mengikuti seremoni penutupan di Hotel Pelangi Kupang. Para pemenang ini akan mewakili Provinsi NTT untuk mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa tingkat nasional di Lampung pada tanggal 15-21/9/109.

Pantauan media ini acara penutupan yang seharusnya berlangsung pukul 09.00 wita molor ke pukul 11.30 wita dan mengakibatkan sebagian peserta memilih untuk meninggalkan ruangan. Hal ini disebabkan jadwal penerbangan mereka ke daerah asal dengan pesawat siang. Ini terjadi lantaran pejabat yang mewakili Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT datang terlambat.

Marianus Seong Ndewi, S. Pd, MM seorang guru seni budaya dari SMAN 4 Kupang kepada mengungkapkan bahwa banyak harapan yang ingin disampaikan sebagai guru pendamping kepada Dinas Pendidikan Provinsi NTT, diantaranya adalah, kegiatan Festival ini dilaksanakan layaknya sebuah pesta pementasan seni.

“Dibuat di panggung terbuka, biar masyarakat bisa melihat perkembangan pendidikan anak SMA khususnya di bidang seni. Masyarakat perlu mendapatkan pendidikan seni dengan aktivitas seperti ini, karena ruang seni sesungguhnya adalah melibatkan masyarakat,” kata Rian.

Harapan berikutnya menurut pria yang jago bermain piano ini adalah  agar pendampingan ke tingkat pusat bisa melibatkan seluruh guru pendamping.

“Bagi team yang juara mesti ada guru pendamping yang diikutsertakan sampai ke pusat. Karena anak perlu dibimbing hingga titik akhir mereka ke panggung perlombaan. Apabila mereka dipisahkan hanya sampai tingkat provinsi saja, maka saya yakin prestasi siswa hanya sebatas di sini saja. Karena seni juga melibatkan kedekatan rasa antara guru dan anak bimbingannya.  Itulah yang menguatkan kesiapan mental berlomba. Bukan hanya tentang teori, tapi anak mesti didampingi terus. Butuh dukungan akhir dari guru,” pungkas Rian.

Salah seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada awak media ini  mengaku kecewa sebab apresiasi panitia kepada peserta yang menjuarai perlombaan dalam festival tersebut tidak memuaskan.

“Aduh eeee pak. Kami juara 1 dapat hadiah uang hanya sebesar tiga ratus ribu rupiah. Son tau mereka pu dana yang banyak-banyak dong buat apa saaa,” katanya ketus.

Koresponden Beritainternusa.com NTT : LUSIA YASINTA MEME

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here