Mantan Kades Sumber Sari: Harmono

Beritainternusa.com, Kotabaru (KALSEL)– Menguaknya berita di media online pada pertengahan Agustus 2019 tentang tudingan masyarakat kepada mantan Kepala Desa Sumber Sari, Kecamatan Pulau Barat, Kabupaten Kotabaru, HARMONO yang diduga telah menyalahgunakan Dana Desa (DD) dan tanah kas desa, mengusik mantan Kades yang sudah menjadi anggota dewan tersebut angkat bicara di media online Beritainternusa.com Sabtu (24/8/2019) lalu.

Kepada awak media Harmono menyampaikan bahwa dirinya menampik semua tuduhan masyarakat yang menyatakan selama menjabat kepala desa sumber sari menjual tanah negara.

Harmono menuturkan, dirinya menjabat Kepala Desa Sumber Sari Kecamatan Pulau Laut Barat Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan sejak tahun 2008 sampai dengan 2018. Sejak dilantik sebagai kepala desa pada tahun 2008 oleh Bupati Kotabaru H. Sjachrani Mataja hanya melanjutkan kebijakan kepala desa terdahulu ( Pjs. kepala desa ex. transmigrasi/kepala desa pertama ) adapun luas tanah transmigrasi tergambar dalam peta yang lebih banyak mengetahui kepala desa terdahulu SUMARNA.

Harmono menjelaskan lahan pasilitas umum memang ada yang dikaplingkan merupakan lahan LC untuk mengatasi kebanjiran yang setiap tahun terjadi. Masyarakat yang rumahnya selalu kebanjiran memohon kepada kepala desa agar dapat dipindahkan ( kepala desa bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat ) menyetujui untuk dipindah disebelah jalan dan semuanya itu ada dalam berita acara, ucap Harmono.

Adapun Tanah Kas Desa ( TKD ) Harmono mengakui memang ada sekitar 10 haktar namun tanah TKD tersebut belum jelas keberadaannya karena merupakan lahan transmigrasi ada batas dan peta.

Harmono mengatakan desa sumber sari pada awalnya dihuni 300 KK kemudian hanya tertinggal 80 KK. Untuk menambah jumlah penduduk/meramekan desa sumber sari, maka tanah dikaplingkan ukuran 25 M x 15 M dengan harga Rp. 500.000/per-kapling. Walaupun ada menjual tanah desa semuanya melalui musyawarah desa karena untuk kepentingan membangun masjid, yang lebih banyak mengetahui rinciannya kepala dusun II Selamat, karena kepala desa hanya mempasilitasi saja.

Harmono dengan tegas mengatakan tidak ada lahan yang dijual ke yayasan, tanah kas desa ( TKD ) maupun tanah pasilitas umum ( TPU ) tidak boleh dijual belikan terkecuali untuk kepentingan umum itupun melalui musyawarah desa semuanya tercantum dalam berita acara desa. Walaupun ada tanah yang dijual merupakan lahan pengembangan/lahan plasma yang dikerjasamakan dengan PT. BRI.

Harmono menampik adanya dana proyek desa Rp. 100 juta yang tidak dibayar, semuanya itu sudah dipertanggung jawabkan, fisik sudah selesai semua dan diaudit oleh Inspektorat Daerah kabupaten kotabaru pada tahun 2018.

“Untuk lebih jelasnya dapat menanyakan langsung pada sekretaris desa Marlina yang mengatur pembukuannya, kepala desa terpilih namun belum dilantik atau menemui aparat desa diantaranya bendahara desa Herman atau menemui pejabat desa yang lama lebih banyak mengetahui.” Tegas Harmono

Harmono mengatakan sebelum mengundurkan diri semua kebijakan/gerakan saat menjabat kepala desa sumber sari tercantum dalam berita acara yang ditanda tangani tokoh masyarakat, Badan Perwakilan Desa (BPD), aparat desa semuanya tanda tangan untuk menguatkan kebijakan yang diambil semata-mata untuk kepentingan masyarakat tidak ada kepentingan pribadi kepala desa.Desa sumber sari sering kebanjiran sampai mengorbankan anak kecil yang terbawa arus. Kalau menyangkut dana desa dapat menanyakan langsung pada sekretaris desa dan kalau lahan kaplingan tanyakan saja dengan kepala desa terdahulu Sumarna. ( BHD/BIN )

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here