Situasi di Kota Jayapura

Beritainternusa.com,Jayapura – Hari ini demo anarkis terjadi di sejumlah titik di Jayapura, Papua. Massa melakukan perusakan dan pembakaran.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mencatat massa bertindak di luar kendali di tujuh titik. Pertama pembobolan dan perusakan Lapas Abepura. Kedua Pembakaran Polsek Jayapura Selatan, lalu perusakan dan pembakaran pertokoan PTC di Jayapura Selatan, selanjutnya perusakan beberapa kendaraan mobil dinas TNI dan Polri.

Kelima pembakaran Samwil di pinggir Jalan Hamadi. Keenam perusakan mobil-mobil di sepanjang jalan yang dilewati massa, terakhir pembakaran belakang kantor Majelis Rakyat Papua (MRP).

“Jaringan komunikasi sementara sebagian terputus,” kata Dedi dalam keterangannya, Kamis (29/8).

PT PLN Unit Wilayah Papua dan Papua Barat sementara memadamkan listrik di Kota Jayapura, untuk mengantisipasi beberapa titik bangunan yang dibakar massa demonstran.

Juru Bicara PT PLN Unit Wilayah Papua dan Papua Barat Septian Pudjiyanto mengatakan, pihaknya memang memadamkan listrik se-Kota Jayapura untuk mengamankan wilayah lain.

“Untuk saat ini wilayah Kota Jayapura dipadamkan karena kabel ada yang terbakar seperti di Kantor Telkomsel dan lainnya,” katanya, Kamis (29/8). Dikutip dari Antara.

Seperti diketahui, sehari sebelumnya, satu anggota TNI Serda Rikson tewas dan tiga polisi  terluka terkena panah saat amankan demo massa berujung kericuhan di Kantor Bupati Deiyai, Papua. Saat kerusuhan, Serda Rikson sedang menjaga kendaraan yang berisikan senjata api. Nahas, anggota TNI itu dibacok dan dipanah.

“Senjatanya dirampas,” ucap kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Kamis (29/8).

Sebanyak 10 pucuk senjata api milik TNI AD dilaporkan hilang dalam insiden kerusuhan yang terjadi di Deiyai, Papua Rabu (28/8). Salah satu senjata hilang adalah pucuk senpi yang dipegang almarhum Serda Rikson. Dilaporkan 10 pucuk senpi jenis SS 1 itu hilang beserta magasen yang berisi pelurunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here