Ilustrasi Demo Papua.

Beritainternusa.com  – Unjuk rasa menuntut penandatanganan persetujuan referendum Papua berujung ricuh. Empat orang aparat keamanan jadi korban dalam insiden tersebut.

Massa menggelar aksi tersebut di depan Kantor Bupati Deiyai, Papua, hari ini (28/8).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, awalnya jumlah demonstran hanya berjumlah 150 orang. TNI -Polri yang dikerahkan ke lokasi mencoba bernegosiasi dengan pengunjuk rasa.

Saat proses negosiasi berlangsung, ribuan massa dari berbagai penjuru datang membawa senjata tajam dan panah.

“Langsung menyerang aparat keamanan. 1 TNI (tewas), dan 3 Polri (belum dapat ++++++++++++++++++++++++konfirmasi) jadi korban,” katanya di Mercure Convention Centre Ancol, Rabu (28/8).

Dedi mengungkapkan, seluruh korban mengalami luka akibat terkena panah. Saat ini, TNI-Polri berupaya mengendalikan situasi di wilayah tersebut.

“Kami terus mengimbau masyarakat melalui tokoh-tokoh masyarakat kemudian melalui Pemda setempat untuk tidak terprovokasi terhadap pasukan-pasukan, sekelompok orang yang akan memanfaatkan situasi seperti ini,” tutup dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here