Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud.

Beritainternusa.com,Jakarta – Provinsi Kalimantan Timur menjadi kandidat terkuat ibu kota negara (IKN) menggantikan Jakarta. Selain Samboja di Kutai Kartanegara, lahan di Penajam Paser Utara (PPU) juga jadi buruan makelar.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor memastikan, Pemprov menyiapkan Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, sebagai kawasan IKN. Menghindari spekulan, lahan negara bakal dibentengi dengan Pergub.

“Iya, terkait rencana pemindahan ibu kota, pasti banyak orang yang mencari-cari lahan. Itu hal yang wajar,” kata Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud ditemui merdeka.com di kediamannya, Jumat (23/8) malam.

Gafar menerangkan, Pemkab PPU menerapkan aturan kebijakan tidak menaikkan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan. Kebijakan itu sendiri sudah berlaku sebelum isu perpindahan IKN. Bukan berdasarkan appraisal atau taksiran.

“Kami di PPU, belum menaikkan NJOP. Keinginan kami, memang ingin supaya orang itu masuk (tinggal di PPU dan berinvestasi). Saya yakin, dimana ada penduduk yang banyak, perputaran ekonomi pasti tinggi,” ujar Gafur.

“Begitu juga sebaliknya. Maka, kami menahan agar NJOP tetap, tidak naik. Itu yang kami lakukan di Penajam Paser Utara,” tambahnya.

Terkait Kaltim jadi kandidat terkuat IKN baru, Gafur memastikan harga lahan di PPU masih terkendali. “Iya, belum ada pelepasan hak atas tanah dalam nilai atau nominal fantastis. Harga tanah masih stabil sampai sekarang,” demikian Gafur.

Kabupaten Penajam Paser Utara, punya luasan wilayah 3.333 kilometer persegi. Di wilayah itu tercatat jumlah penduduk sekitar 160 ribu jiwa, yang tersebar di 4 kecamatan seperti kecamatan Penajam, kecamatan Sepaku, kecamatan Babulu serta kecamatan Waru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here