Beritainternusa.comKepala Kepolisian Sektor Ilaga, Kabupaten Puncak, Iptu Menase Sayori menuding Kelompok Kriminal Bersenjata/KKB Yambi Mayu Telenggen yang bermarkas di Sinak merupakan pelaku pembunuhan terhadap Brigadir Polisi  Anumerta Hedar di Kampung Usir, sekitar dua kilometer dari Ilaga pada Senin (12/8).

Berbicara kepada wartawan di Timika, Selasa (13/8), Iptu Sayori mengatakan KKB Yambi Mayu Telenggen baru satu minggu tiba di Ilaga. Mereka sekedar transit di ibukota Kabupaten Puncak itu dalam perjalanan ke suatu tempat.

“Kejadian kemarin itu bukan dilakukan oleh kelompok dari Ilaga. Ini dilakukan oleh kelompok dari Sinak dan Yambi yang masuk ke Ilaga. Ada tempat lain yang mereka harus pergi, bukan di Ilaga,” kata Iptu Sayori yang sudah cukup lama bertugas di Ilaga itu.

Kapolsek mengatakan selama ini komunikasi dengan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan semua unsur termasuk KKB di wilayah Ilaga terjalin cukup bagus.

Peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir Hedar itu, katanya, sama sekali tidak berkaitan dengan upaya menciptakan teror yang dilakukan KKB menjelang perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

“Tidak ada kaitan dengan 17 Agustus. Sampai saat ini saya meyakini situasi di Ilaga selalu aman,” kata Iptu Sayori.

Kapolsek juga mengaku menerima informasi bahwa korban dengan para pelaku saling kenal.

“Informasi yang kami dapat seperti itu. Sudah hampir dua tahun sejak pindah dari Puncak Jaya ke Polsek Puncak mereka sudah saling kenal antara almarhum dengan TBO (tenaga bantuan operasi) dari kelompok ini,” jelas Iptu Sayori.

Ia menambahkan, pascakejadian pembunuhan terhadap Brigadir Hedar, personel Brimob dan Timsus Polda Papua berkekuatan 20-30 orang sudah diberangkatkan ke Ilaga dari Timika pada Selasa pagi.

Sementara Kasat Reskrim Polres Puncak Jaya juga sudah berangkat menuju Ilaga untuk melaksanakan olah tempat kejadian perkara/TKP.

Kapolda Papua Irjen Polisi Rudolf Rodja menegaskan almarhum Brigadir Polisi Anumerta Hedar gugur sebagai kusuma bangsa saat hendak menjalankan tugas penyelidikan.

“Anggota kami gugur saat melaksanakan tugas penyelidikan. Pangkatnya dinaikan satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya berpangkat Briptu menjadi Brigadir,” kata Irjen Rodja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here