Lion air

Beritainternusa.comPersoalan harga tiket pesawat belum kunjung benar-benar terpecahkan sejak muncul ke permukaan pada akhir 2018 hingga saat ini. Solusi terus dicari guna memecahkan persoalan yang saat ini menyangkut masyarakat akar rumput itu.

Sebab, beberapa tahun silam, bepergian dengan pesawat masih dinilai mewah dan hanya bisa dilakukan oleh kalangan kelas atas. Namun, berbeda halnya dengan lima tahun terakhir di mana harga tiket pesawat bisa dijangkau oleh kelas menengah seiring dengan persaingan bisnis maskapai yang gencar menawarkan promo dan harga tiket murah.

Tak ayal, ketika terjadi kenaikan harga tiket, masyarakat langsung mengeluhkan lewat sosial media, sehingga menjadi viral.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai mengumpulkan seluruh operator penerbangan, mulai dari maskapai, operator bandara hingga operator navigasi penerbangan untuk mencari solusi bersama, di antaranya mengeluarkan insentif untuk mengurangi beban biaya operasional.

Salah solusi yang dikeluarkan Kemenhub adalah menerbitkan Peraturan Menteri (PM) Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Selain itu, Kemenhub juga merilis turunan aturannya dalam bentuk Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 72 Tahun 2019 Tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam PM 20/2019 ditetapkan tarif batas bawah dinaikkan menjadi 35 persen dari tarif batas atas yang sebelumnya 30 persen dari tarif batas atas pada PM 14 Tahun 2016. Namun, upaya tersebut belum kunjung mampu menurunkan tiket pesawat yang masih betah ‘melangit’.

Pada akhirnya permasalahan tiket pesawat ini harus dibawa ke Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan dilakukan sejumlah rapat koordinasi. Salah satu hasilnya adalah pemerintah dan maskapai sepakat menentukan besaran penurunan harga tiket pesawat berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) sebesar 50 persen dari tarif batas atas pada hari dan jam tertentu.

“Penerbangan murah disediakan oleh pemerintah untuk jadwal keberangkatan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 10.00 sampai 14.00 untuk penerbangan LCC domestik tipe pesawat jet, dengan memberikan penurunan tarif 50 persen dari TBA LCC, untuk alokasi kursi 30 persen dari total kapasitas pesawat,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono.

Kebijakan yang ditetapkan pemerintah guna menyediakan penerbangan murah domestik jadwal tertentu, di antaranya untuk Citilink sejumlah 62 per hari per hari (Selasa, Kamis, dan Sabtu) dengan total saat ini 3.348 kursi.

Editor : Aisha Humaira

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here