pengendara motor melaju dibelakang bus transjakarta di kawasan pasar rumput, Jakarta ( 2/6/2019)

Beritainternusa.com, Jakarta – Polda Metro Jaya mulai melakukan sistem tilang elektronik atau E-Tilang kepada para pengendara di Ibu Kota. Sebenarnya, sistem ini sudah digunakan sejak 1 November 2018 lalu.

Polda Metro Jaya telah memasang kamera Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) dengan teknologi yang bisa memantau lebih banyak pelanggaran lalu lintas di 12 titik.

Kamera-kamera itu siap mengawasi para pengendara dari kawasan Harmoni hingga Bundaran Senayan, Jakarta Pusat. Apabila para pengendara melakukan kesalahan, maka E-Tilang akan berlaku.

Kamera E-TLE saat ini terdiri atas kamera pengenal plat nomor kendaraan otomatis (ANPR), kamera check point, dan pemantau kecepatan (speed radar).

Selama 239 hari sejak sistem E-Tilang diberlakukan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengidentifikasi 12.542 plat nomor kendaraan yang melanggar rambu lalu lintas.

  1. Terpasang di 12 Titik

Polda Metro Jaya telah memasang kamera Electronic Traffic Law Enforcement  ( E-TLE)  dengan teknologi yang bisa memantau lebih banyak pelanggaran lalu lintas di 12 titik.

Kamera-kamera itu siap mengawasi para pengendara dari kawasan Harmoni hingga Bundaran Senayan, Jakarta Pusat.

“Saat ini ada sejumlah 12 titik lokasi yang sudah terjangkau oleh kamera E-TLE atau bertambah 10 titik dari sebelumnya,” kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir di Jakarta.

Kamera E-TLE, kata Nasir, saat ini terdiri atas kamera pengenal plat nomor kendaraan otomatis (ANPR), kamera check point dan pemantau kecepatan (speed radar).

  1. Gunakan Kamera Canggih

Perangkat system E-TLE yang ada saat ini memiliki berbagai keunggulan, seperti kamera ANPR yang secara otomatis dapat mendeteksi jenis pelanggaran marka dan lampu lalu lintas serta mendeteksi plat nomor kendaraan untuk kemudian disinkronkan dengan database kendaraan.

Selanjutnya adalah kamera check point yang secara otomatis dapat mendeteksi jenis pelanggaran ganjil-genap, tidak menggunakan sabuk keselamatan, dan penggunaan ponsel serta terkoneksi dengan database kendaraan.

Sedangkan speed radar, yaitu sensor yang dikoneksikan dengan kamera check point untuk mendeteksi secara seketika (real time) kecepatan kendaraan yang melintas sehingga otomatis akan memberikan sinyal capture bagi kendaraan yang melebihi batas kecepatan.

  1. Sudah 12.542 Kendaraan Kena Tilang

E-TLE Ditlantas Polda Metro Jaya, mengidentifikasi 12.542 plat nomor kendaraan yang melanggar rambu lalulintas.

Dari total 12.542 plat nomor kendaraan yang tertangkap E-TLE di sekitar Monas atau kawasan Jalan Medan Merdeka dan Jalan MH Thamrin sebanyak 10.802 telah terkonfirmasi melakukan pelanggaran.

Selama diberlakukan E-Tilang, sebanyak 4.473 pelanggar telah mengkonfirmasi, 2.829 pelanggar telah terbayarkan, 4.337 pelanggar telah terkirim ke pengadilan dan 4.337 pelanggar telah menerima amar putusan pengadilan.

  1. Bertujuan Tingkatkan Keselamatan Berkendara Masyarakat

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, tujuan dioperasikannya E-Tilang ialah untuk meningkatkan keselamatan serta ketertiban masyarakat dalam berkendara di jalan.

“Pertama dalam rangka meningkatkan keselamatan dan ketertiban masyarakat lalu lintas di jalan. Kedua, untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas dengan menekankan pada fatalitas korban kecelakaan lalin,” ucap Dedi di Kantor Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juli 2019.

  1. Tata Cara Bayar E-Tilang

Melalui kamera CCTV, pelanggar lalu lintas akan terdeteksi dan mendapatkan surat konfirmasi yang dikirimkan ke alamat yang terdaftar sesuai kendaraan yang digunakan.

“Yang dikirimkan bukan tilang tapi konfirmasi, jadi konfirmasi dulu, misalnya kendaraan itu benar milik dia, siapa yang mengendarai, jadi memang surat konfirmasi beserta bukti, jadi orang tersebut berhak menjawab, misalnya bukan saya mobilnya sudah saya jual,” ujar Kasie STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman.

Apabila pemilik kendaraan mengaku telah melakukan pelanggaran sesuai dengan bukti gambar yang dikirimkan, konfirmasi untuk nantinya mendapatkan denda akan diberikan.

“Saat dia mengkonfirmasi melanggar, nanti tinggal masukan nomor telepon atau email dari website atau melakukan scan barcode seperti yang tertera pada surat tersebut,” kata Arif.

Pelanggar juga bisa membayar secara manual dengan mendatangai Posko E-TLE yang terletak di Pancoran, Jakarta Selatan.

“Bisa secara manual membalas surat tersebut atau datang ke kantor posko E-TLE di Pancoran, nanti dia akan mendapatkan email ataupun SMS mengenai virtual account, berapa jumlah yang harus dibayar atau transfer sebagai kompensasi denda pelanggarannya,” tutur Kompol Arif.

Editor : Aisha Humaira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here