Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto

Beritainternusa.com,Jatim – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto memberikan pidato kebangsaan di Dyandra Convention Hall, Suroboyo, Jawa Timur, Jumat (12/4). Dalam pidatonya, Prabowo banyak melempar guyonan kepada pendukungnya yang hadir.

Dengan gaya guyonannya, Prabowo menyindir pihak-pihak yang selama ini mempersoalkan ketika dia marah.

“Kadang pemimpin, guru, bapak harus marah. Bayangkan kalau seorang bapak, anaknya tidak sekolah terus didiamkan, bapak macam apa. Itu namanya menjerumuskan anaknya sendiri. Di tentara, komandan pasukan tempur bilang ke anak buah, kalian mau lari atau duduk saja? Ada komandan gitu yang berhasil? Jadi jangan persoalkan kalau Prabowo marah-marah,” ujar Prabowo disambut riuh rendah pendukungnya yang memadati Dyandra Convention Hall, Surabaya.

Prabowo menyanggah jika ada orang yang menganggapnya pesimis. Prabowo justru mengklaim dirinya sangat optimis kondisi Indonesia bisa lebih baik lagi di bawah pemerintahannya.

“Tidak bener kita pesimis, kita yang optimis. Mereka puas dengan 5 persen pertumbuhan ekonomi, kita tidak puas. Kita mau pertumbuhan ekonomi double digit. kita tidak mau jadi kacung bangsa lain,” tegas Prabowo dengan nada tinggi.

Sebelumnya, Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin  mengingatkan, seorang pemimpin harus bisa menahan emosinya sendiri. Harus sabar dan santun.

Pernyataan ini menanggapi pidato Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang bersemangat hingga menggebrak podium saat kampanye di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta, Senin (8/4).

“Itulah, pemimpin itu jangan kita cepat emosi. Ya, sabar, santun,” ucap Ma’ruf usai berkampanye di Bandung Barat, Selasa (9/4).

Dia juga memberikan saran mengenai narasi yang sering dimunculkan Prabowo saat berkampanye. Menurutnya, pemimpin harus memberikan keteduhan, bukan yang memancing permusuhan.

“Pemimpin itu harus bicara yang bijak, yang mengayomi, yang mengajak, memberikan tuntunan-tuntunan yang positif. Jangan mengajarkan sikap-sikap yang keras, bermusuhan. Dan sifat-sifat yang lebih baik,” kata Ma’ruf.

Menurut Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini, masyarakat menginginkan pemimpin yang memiliki sifat santun dan bermartabat.

“Dan itu yang justru masyarakat menginginkan seperti itu. Ketika itu tidak didapat, dia akan mencari pemimpin yang santun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto hadir di kampanye akbar yang digelar di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta, Senin (8/4). Dalam orasinya, Prabowo meminta kepada anggota anggota TNI dan Polri untuk netral.

Selain itu, Prabowo pun meminta kepada anggota TNI dan Polri untuk tidak membela kepentingan asing. Prabowo menyebut, TNI dan Polri adalah TNI dan Polrinya rakyat Indonesia.

“Hai adik-adikku yang di tentara dan polisi yang masih aktif. Ingat kau adalah tentara rakyat, polisinya rakyat seluruh Indonesia. Kau tidak boleh mengabdi pada segelintir orang apalagi membela antek-antek asing. Sekarang kau kau bela-bela antek asing,” ujar Prabowo dengan nada tinggi sembari menggebrak mimbar pidato berulang kali.

Melihat Prabowo yang menggebrak-gebrak mimbar, Ketua Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Amien Rais ditemani oleh Ketua FUI, Syukri Fadholi pun berdiri dari tempat duduk dan segera mendekati Prabowo.

Syukri dan Amien Rais pun berusaha menenangkan Prabowo yang menggebrak mimbar berulang kali. Amien Rais yang mengenakan surjan coklat dan blangkon hijau pun membisikkan sesuatu ke Prabowo.

“Mereka kuatir saya ini apa namanya.. Jadi tadi dibisiki sabar, sabar,” ungkap Prabowo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here