Sejumlah pekerja tengah mengebut pengerjaan bangunan terminal penumpang New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kulonprogo, Rabu (13/3/2019).

Beritainternusa.com,Yogyakarta  – Pemasangan pipa jaringan distribusi utama air bersih untuk New Yogyakarta International Airport (NYIA) ditargetkan rampung pada akhir Maret 2019 ini.

Sedangkan untuk mendukung operasi terbatas di April nanti, jaringan temporer telah disiapkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun.

Direktur Utama PDAM Tirta Binangun, Jumantoro mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan jaringan temporer berkapasitas 14 liter per detik yang diambilkan bahan bakunya dari Bendung Sapon di Sungai Progo wilayah Kecamatan Lendah.

Proses tersebut sudah hampir sempurna dan tinggal menunggu reservoir atau bak penampung dari PT pembangunan Perumahan (PP)-KSO selaku kontraktor pembangunan NYIA beserta pemasangan pipa suplai menuju ground water tank (penampung bawah tanah).

Hal itu menjadi isi nota kesepahaman (MoU) PDAM  dengan PT Angkasa Pura I tentang penyediaan suplai air bersih untuk kebutuhan operasional bandara itu, pada Desember 2018 lalu.

“Pipa jaringan untuk jalur distribusi utama sudah kami kerjakan sejak 3 Desember 2018. Sampai hari ini sudah terpasang 1.800 meter dari total kebutuhan 2.100 meter. Target kami, Maret 2019 ini bisa selesai,” kata Jumantoro Senin (25/3/2019).

Pipa jaringan itu akan menyuplai kebutuhan air bersih di NYIA hingga 60 liter per detik saat bandara itu beroperasi secara penuh nantinya.

Adapun pipa temporer untuk pemenuhan kebutuhan di masa operasi minimum itu berkapasitas 14 liter per detik sesuai perkiraan PDAM atas kebutuhan di NYIA dalam dua tahun ke depan (2019-2010).

Jumantoro optimistis pihaknya bisa menyelesaikan pemasangan pipa distribusi utama itu sesuai target.

Asalkan, tidak ada kendala dari pembangunan lain.

Pasalnya, beberapa ruas jaringan air itu ada yang crossing (silang melintang) dengan struktur underpass (terowongan bawah tanah) dari jalur jalan lintas selatan (JJLS) atau Jalan Daendels di area NYIA tersebut.

“Kami sifatnya menyesuaikan kondisi lapangan. Di sebelah timur kan juga ada pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Daendels,”kata Jumantoro.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengatakan MoU antara PDAM Tirta Binangun dengan PT Angkasa Pura I itu akan membawa pengalaman baru bagi perusahaan daerah tersebut karena sistem pasokan air bersih di bandara nanti jelas sangat berbeda dari jaringan untuk rumah tangga.

Pihaknya sudah menggandeng pemerintah pusat dan Balai Besar Wilayah SUngai Serayu Opak (BBWSSO) untuk pembangunan saluran primernya.

Adapun jaringan air lokal nanti bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PDAM Tirta Binangun maupun KPBU.

Diberitakan Tribun Jogja sebelumnya, Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi menyebut kebutuhan air bersih di bandara NYIA nanti mencapai 400 kubik per hari untuk kapasitas 14 juta penumpang.

Angka ini terbilang besar dan kerjasama dengan PDAM Tirta Binangun itu diharapkan bisa mencukupinya.

Pun pihak perusahaan daerah itu juga telah menunjukkan komitmennya atas pemenuhan kebutuhan air bersih itu sehingga diharapkannya bisa terealisasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here