Kesenian reog candi sebelum mengiringi sedekah candi

Jogja.beritainternusa.com,Gunungkidul-Sedekah candi adalah warisan dari leluhur secara turun temurun yang tidak bisa di hilangkan sebuah tradisi yang di lakukan tiap tahun sekali dengan tujuan melestarikan budaya yang ada serta warga sekitar di beri kenyamanan serta ketemtraman dalam kehidupan karena dalam acara tersebut ada sesepuh yang memimpin berdoa yang di lengkapi ubo rampe ( makanan)

Kegiatan ini di laksanakan Jumat ( 15/02/2019 ) di mulai pagi pukul 08.00 WIB sampai pukul 10.30 WIB .warga setempat dengan berbondong-bondong mengikuti acara tersebut dengan kidmat.uniknya setelah makanan selesai di doakan warga yang berkumpul berebut mengambil apa yang telah di siapkan dalam tradisi sedekah Candi hampir 100 orang memadati area sedekah candi yang bertempat di petilasan sesepuh dulu yang masih kerabat keraton Yogyakarta

Sedekah candi giring paliyan

Juru kunci yang sering di sebut masyarakat sekitar   Mbah Trimo saat di temui menjelaskan, ” Adat tradisi sepaerti ini sudah dari jaman dulu dan tidak bisa di hilangkan apalagi di tunda dalam kegiatan yang sangat di nanti-nanti oleh banyak warga “. jelasnya

Di sisi lain ketua Seni Budaya Reog Candi Riyadi menyampaikan,” Dari balai Padukuhan Candi Reog menuju lokasi sedekah candi sepanjang jalan kurang lebih 500 meter terus menyuguhkan atraksinya. Tradisi ini harus di lestarikan serta Kesenian reog  yang anggotanya ibu-ibu ini dengan semangatnya dalam setiap pertunjukan itu bukti kalau kesenian reog sangat di elu-elukan “.pungkasnya

Pewarta      : Supriyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here