Beritainternusa.com,Jakarta ¬†– Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyindir kubu Prabowo-Sandiaga karena dinilai berkampanye tanpa program. Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno tak tersinggung. Dia hanya menyebut, baiknya politikus tidak mudah ‘baper’.

“Buat saya sih kalau saat ini masih baperan mah saya berada diprofesi yang salah jadi politisi itu tidak boleh baperan kalau ada yang bicara seperti itu gak boleh juniper lah, julid nyinyir dan baper, jadi buat saya itu kan ibu bangsa ibu presiden ke lima kita,” kata Sandiaga di World Trade Center I, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (15/11).

Sandiaga tidak pernah mengarang jika dirinya maupun tim menyampaikan program. Menurutnya, gagasan yang selalu diutarakan timnya tidak selalu gamblang tersorot media maupun tak selalu lengkap disampaikan.

“Jadi kalau tentang hoaks, kita lebih waspada jangan kita jadi lengah dan kita pastikan tidak ada hoaks di dalam kampanye BPN Prabowo-Sandi. Untuk visi misi ya menjadi catatan kita mungkin kita kurang banyak berbicara di media atau belum terlalu diliput media,” tuturnya.

Jika masih tak percaya, Sandi bersama pihaknya bakal menyampaikan programnya ke Megawati maupun Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

“Jadi kita gampang aja kirimkan (program Prabowo-Sandi) saja sudah ke Bu Mega dan ke pimpinan partai koalisi pedukung pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf ,” pungkas Sandiaga.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyindir kubu Prabowo-Sandiaga yang berkampanye tanpa program.

“Kenapa di pihak sana tidak mengatakan program juga, program saya ini. Kita belum pernah dengar apa yang aman dilakukan, mau menjalankan program seperti apa saya ndak tahu,” ujar Mega di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Kamis (15/11).

Putri proklamator itu heran kubu Prabowo berkampanye ala-ala Presiden AS Donald Trump. Malah Prabowo pernah meniru ucapan serupa “Make America Great Again”. Menurut Megawati, kampanye demikian gawat. Karena diisi dengan kabar-kabar yang kebenarannya patut dipertanyakan.

“Yang disebut-sebut post truth, sebuah kebenaran yang seolah lewat begitu saja, orang-orang disuruh percaya padahal belum tentu kebenarannya,” ucapnya.

Hasilnya, kata Megawati, adalah Amerika saat ini tidak memiliki kepemimpinan yang menyentuh nurani rakyat. Rakyat pun dibohongi oleh pemimpin demikian.

“Apa mau kita begitu masa kita mau begitu? Rakyat kita dibohongi terus, tidak diberi pelajaran bermanfaat, yang mestinya tahu berdemokrasi, bahwa pilihan terserah, tapi yang benar jangan asal ikut-ikutan lalu membawa. Kalau di Indonesia, maka yang harus dilakukan adalah sesuai dengan Keindonesiaan kita,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here