Presiden KSPI Said Iqbal.

Beritainternusa.com,Jakarta  РPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal adalah orang yang pertama dihubungi oleh Ratna Sarumpaet atas kebohongannya. Menurut Iqbal, ia dihubungi Ratna malam hari Jumat (28/9) untuk memberikan foto Ratna pada Prabowo.

Di mana seperti diketahui di awak media dan media sosial, terlihat wajah aktivis itu terlihat membengkak. Berdasar pengakuan Ratna saat itu, ia dianiaya dan langsung mengabulkan permohonan Ratna itu.

“Singkat cerita intinya saya diminta oleh Ratna Sarumpaet untuk memperkuat lah bisa bertemu dengan Bapak Prabowo. Kemudian saya menyampaikan melalui ajudan Bapak Prabowo bahwa Ratna Sarumpaet ingin berjumpa,” kata Iqbal di Polda Metro Jaya hari Selasa (9/10) malam.

Foto Ratna dikirimkan melalui WhatsApp kepada Iqbal lalu diteruskan pada ajudan Prabowo. Sementara itu kuasa hukum Iqbal, Sahroni, menolak mengakui bahwa kliennya adalah orang pertama yang mendapatkan foto tersebut.

“Jangan. Karena tadi saya sudah bilang kan sebelumnya sudah disampaikan selain kepada Fadli Zon juga kepada teman-teman yang lain,” ujar Sahroni.

Setelah itu, lanjut Sahroni, foto itu diteruskan Iqbal tanpa menyebut bahwa Ratna mengalami penganiayaan. Dalam keterangannya kepada ajudan Prabowo, ia hanya mengatakan kalau Ratna meminta bertemu.

“Sampaikan kepada Bapak (Prabowo), Kak Ratna Sarumpaet ingin bertemu,” kata Sahroni menirukan pesan Iqbal pada ajudan Prabowo.

Dalam pemanggilan ini, Iqbal tak memberikan bukti perbincangan itu kepada polisi. Namun Sahroni berjanji akan mencarinya.

Lebih lanjut ia menjadi, usai pertemuan Ratna dan Prabowo hadir pada 2 Oktober 2018, tidak ada komunikasi lanjutnya. “Permintaan pertemuan sudah saya laksanakan. Selesai. Klien saya juga tidak tahu dia konferensi pers,” pungkasnya.

Namun, Said Iqbal mengklaim tak tahu soal konferensi pers tersebut. “Saya jawab nggak tahu,” kata Iqbal.

Sahroni menimpali dari 23 pertanyaan yang diajukan penyidik, salah satunya menanyakan soal inisiator konferensi pers Prabowo. “Permintaan pertemuan sudah saya laksanakan. Selesai. Klien saya juga tidak tahu dia konferensi pers,” ujarnya.

Selain inisiator, Sahroni menegaskan kliennya juga ditanya kedekatan dengan Ratna. Sahroni menceritakan kliennya tidak bisa memaparkan dengan jelas kedekatannya.

“Pak Said saya bilang kalau dibilang dekat ya dekat, jauh ya jauh, susah juga menjelaskan hubungannya,” kata Sahroni.

Sahroni mengklaim kliennya mengenal Ratna saat upaya penggusuran Kampung Aquarium pada 2016. Saat itu tidak ada hubungan khusus yang terjalin antar keduanya.

“Tetapi kasus makar ini Pak Said dibawa-bawa, kasus hoaks ini juga. Kami enggak tahu kenapa,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here