Masyarakat memadati lokasi pembukaan Cupu Panjala, di Desa Girisekar, Panggang, Senin (1/10/2018).

Beritainternusa.com,Gunungkidul – Ribuan warga memadati lokasi pembukaan Cupu Panjala, di Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Senin (1/10/2018) malam.

Ribuan orang yang berasal dari berbagai wilayah DIY, Jawa Tengah dan daerah lain larut dalam tradisi unik yang diselenggarakan di Dusun Mendak, Girisekar, Panggang. Bahkan, beberapa peserta menginterpretasikan simbol yang terbaca merupakan keadaan ekonomi, politik dan sosial saat ini.

Tradisi pembukaan Cupu Kiai Panjolo ini, rutin digelar setiap tahun di malam Selasa Kliwon dan dilaksanakan di rumah Dwijo Sumarto.

Ritual unik ini masih terus mendapatkan antusias dari masyarakat. Bahkan beberapa peserta rela duduk lesehan selama hampir tujuh jam di dalam maupun di luar rumah.

Semua peserta yang datang, sebelumnya menyantap hidangan berupa suwiran ingkung ayam dan nasi kecambah. Setelah diadakan kenduri sekitar pukul 22.00. Setelah itu semua peserta menanti pembukaan kain kafan yang membungkus peti yang berisi cupu (guci) kyai Panjolo.

Cupu Panjolo yang diletakkan dalam kotak kayu tertutup ukuran lebar 35 cm panjang 20 Cm tinggi 15 Cm yang dibungkus kain kafan, besarnya hampir sama sekarung beras 50 kg, meski hanya berujud tiga buah guci masing-masing berukuran sekitar sekepal tangan orang dewasa.

Warnanya hijau kekuningan. Konon umurnya hingga kini sudah sekitar 500 tahun. Cupu paling besar bernama Semar Kinandu, yang agak kecil Kalang Kinantang sedang yang paling kecil Kenthiwiri.

Saat kain pembukus  dibuka, terdapat beberapa bercak dalam kain kafan yang dibacakan dalam bentuk simbol.

Kepala Desa Girisekar Sutarpan mengatakan pembukaan Cupu Panjolo akan dimulai sekitar pukul 01.00 WIB.

“Prediksi lebih banyak karena tidak hujan dan juga memasuki tahun politik. dihadiri ribuan masyarakat, cupu dibuka jam 01.00,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here