Tri Mulyadi menunjukkan surat dari Ditpolir Polda DIY yang memintanya menjadi saksi hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Beritainternusa.com,Bantul – Kepala Desa Srigading, Sanden, Bantul, Wahyu Widodo menilai penetapan tersangka kepada warganya, Tri Mulyadi (31) yang dilakukan oleh Ditpolair Polda DIY dianggap kurang bijaksana.

Pasalnya, Tri Mulyadi ditetapkan menjadi tersangka hanya karena menjual kepiting 2,7 kilogram kepada tengkulak.

Ia disangkakan melanggar permen nomor 56/Permen-Kp/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus Spp), Kepiting (Scylla Spp), dan Rajungan (Portunus Spp).

Padahal permen tersebut sebelumnya belum pernah disosialisasikan kepada para nelayan Pantai Samas.

“Saya sudah cek arsip maupun administrasi di desa. Sebelumnya, belum pernah ada permintaan dari dinas maupun pihak terkait, untuk menggelar sosialisasi peraturan tersebut kepada para nelayan Pantai Samas ini,” tutur Kepala Desa Srigading, Wahyu Widodo .

Satu-satunya sosialisasi peraturan tersebut, menurut Wahyu, dilakukan oleh Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan perikanan Bantul, pada tanggal 29 Agustus 2018 kemarin.

“Kasus penetapan tersangka Tri Mulyadi tanggal 23 Agustus. Dinas baru melakukan sosialisasi, satu Minggu setelahnya yakni tanggal 29 Agustus 2018,” ungkap dia.

Atas dasar itu, ia menilai penetapan tersangka oleh petugas Ditpolair Polda DIY kepada warganya itu menjadi kurang bijaksana.

Atas nama pemerintah desa ia mengaku siap membantu untuk mengawal proses hukum warganya tersebut.

“Ada tiga pengacara swasta yang sudah menyatakan diri siap untuk menjadi Lowyer. Dari desa sendiri, kami siap membantu dan memang secara aturan diperbolehkan anggaran APBDes dikeluarkan untuk memberi bantuan hukum kepada warganya,” tutur Wahyu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here