Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih (kanan) meninggalkan gedung KPK

 

 

Beritainternusa.com,Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki bukti komunikasi antara Eni Maulani Saragih dengan mantan Menteri Sosial Idrus Marham terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1. Eni dan Idrus merupakan pengurus di DPP Partai Golkar saat awal proyek tersebut dimatangkan.

Ada komunikasi antara si Eni dengan IM (Idrus Marham) dan didukung juga dengan keterangan-keterangan dari Johannes Kotjo,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata kepada wartawan di Jakarta Selatan, Jumat, 31 Agustus 2018.

Alexander mengatakan, dalam komunikasi itu terungkap Eni selalu melapor ke Idrus ketika menerima uang dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited, Johannes B Kotjo.

Eni diduga menerima uang sebesar Rp 6,25 miliar dari Kotjo untuk memuluskan Blackgold dalam menggarap proyek investasi senilai US$900 juta.

“Intinya apa, si Eni itu ketika menerima uang dia selalu lapor ke Idrus Marham untuk disampaikan. Dan juga IM mengetahui Eni itu menerima uang,” lanjut Alex.

Alex mengatakan, sebagian uang yang diterima Eni itu digunakan untuk kegiatan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar pada pertengahan Desember 2017. Eni menjadi Bendahara Pelaksana Munaslub, yang mengukuhkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here