Beritainternusa.com,Jakarta  – Partai Golkar siap diaudit terkait dugaan aliran dana Rp 2 miliar dari hasil suap proyek PLTU Riau-1 untuk kebutuhan Munaslub Golkar 2017. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menegaskan, tidak ada aliran uang suap yang masuk untuk kebutuhan Munaslub partai. Sumber dana hanya dari iuran anggota.

“Pastilah kalau itu, orang mengecek apakah ada atau tidaknya, namanya Munaslub itu namanya sumber anggaran kita berdasarkan Ad/Art yang mengatur itu ya dari iuran anggota itu,” ujarnya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/8).

Dia berjanji bakal menelusuri ada tidaknya kader partai yang memang bermain dalam kasus ini. “Manakala ada oknum yang bermain itu kita mau ngecek apakah ada oknum itu,” imbuhnya.

Partai Golkar akan menunggu hasil penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap proyek PLTU Riau yang menjerat kadernya yakni Eni Saragih dan Idrus Marham. Dia berjanji bakal mempelajari temuan dari komisi antirasuah. Namun, Lodewijk kembali menegaskan panitia Munaslub tak mencari-cari dana dari duitkorupsi  .

“KPK kan sedang bekerja, kalau temuan-temuan mereka pasti diberikan kepada kita ya tentunya akan diberikan kepada kita,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto atau akrab disapa Setnov mengaku mendengar adanya aliran dana Rp 2 miliar yang masuk ke Partai Golkar. Uang tersebut disebut-sebut berasal dari proyek PLTU Riau-1 dan digunakan untuk Munaslub partai berlambang beringin.

Tak hanya Setnov, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi Golkar yang juga tersangka dalam kasus suap PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih membenarkan kabar itu.

“Yang pasti tadi memang ada yang mungkin saya terima Rp2 miliar itu sebagian memang saya ini kan, gunakan untuk Munaslub. Sudah saya sampaikan ke penyidik,” kata Eni usai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham, Senin (27/8).

Dugaan aliran uang suap PLTU Riau-1 untuk Munaslub Golkar pertama kali disampaikan Pengacara Eni Saragih, Fadli Nasution. Dia menyebut adanya aliran dana suap Proyek PLTU Riau-1 yang diberikan kliennya untuk membiayai Munaslub Golkar 2017. Dalam Munaslub Golkar 2017 itu, Eni ditugaskan menjadi bendahara penyelenggara. Eni adalah tersangka kasus penandatanganan kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here