Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Dari tampilan depan lokasi ini nampak jelas terpasang Benner  pembangunan pondok Pesatren, Sehingga melihat kultur lokasi memang layak pembangunanya menggunakan alat berat ( Exavator ) guna meratakan gunung bebatuan untuk lahan tersebut.

Namun tak disangka bila pemasangan Benner Pesantren tersebut hanya untuk mengelabuhi pihak terkait, hal ini terungkap saat awak media menyambangi lokasi pembangunan pesantren di Padukuhan Karang Tengah Desa Sumber Wungu, Kecamatan Tepus Gunungkidul 24/08/2018.

Saat diklarifikasi wartawan Penanggung jawab dilapangan Gimin mengakui bahwa limbah Batu tersebut dijual ke Pabrik SR Mijahan Semanu atas permintaan pihak pesantren ” Saya hanya penanggung jawab di lapangan, untuk urusan penjualan itu urusan pihak pesantren ” jelasnya.

Lokasi penambangan yang diduga tidak ada IZIN
Lokasi penambangan yang diduga tidak ada IZIN

Terungkapnya ada pertambangan tanpa izin batu di wilayah yang seyogyanya untuk pembangunan pesantren  dari pengakuan Supir pengangkut batu Pur, Pur mengakui bahwa batu tersebut berasal dari pesantren dan akan di bawa ke pabrik ” Batunya dari lokasi pembangunan pesantren dan akan di kirim ke Pabrik SR di Mijahan ” ungkap Pur.

Selain Pur ada pula Feb dan supir lain yang namanya tidak ingin di publikasikasikan mengaku mendapatkan batu dengan harga dilokasi pembangunan pondok pesantren berkisar antara 400 ribu – 500 ribu per rit.

Sampai berita ini dilansir masih tampak alat berat yang beroperasi dan deretan truk pengangkut menunggu antrian untuk membawa hasil tambang ke Pabrik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here