Beritainternusa.com Polres Tolitoli sudah melakukan pemeriksaan terhadap Tete Jago, dukun yang menculik dan menyekap wanita muda selama 15 tahun di dalam gua.

Tete Jago pun ditunjukkan ke publik dalam konferebsi pers yang dilakukan Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy.

Tampak Tete Jago yang mengenakan pakaian tahanan berwarna orange dan penutup wajah. Tete Jago terlihat tidak banyak berbicara.

Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy mengutarakan, bahwa dukun yang terkenal di Desa Bajugan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah ini memperdayai korban selama 15 tahun dengan sebuah foto pemuda. Pria dalam foto itu diberi nama ‘Amrin’ dan digunakan sebagai sarana untuk memberi sugesti pada Hs.

Hs dibuat linglung sampai mempercayai ‘Amrin’ adalah jin yang menemaninya.  Padahal, foto itu hanya digunakan Jago untuk memperdaya sebelum menyetubuhi korban.

Bahkan, menurut keterangan Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy, setelah diselamatkan, korban hanya mau makan jika diberi ‘Amrin’.

wanita Korban penyekapan

“Dalam kepalanya hanya ada ‘Amrin’ saja. Kalau mau makan, kalau enggak dikasih ‘Amrin’, korban enggak mau, jadi kami harus bilang makan dan minum itu dari Amrin,” ungkap M Iqbal kepada Tribun-Video.com melalui pesan singkat, Senin (6/8/2018). Sebelumnya korban juga meminta dikembalikan ke gua karena menurutnya ia sedang dinanti ‘Amrin’.

Saat ini kepolisian tengah mencarikan ustaz untuk melakukan rukiah terhadap Hs. Sebelumnya video penemuan seorang wanita di dalam goa viral di media sosial.

Video ini diunggah banyak pemilik akun facebook Dalam postingan tersebut video ini merupakan upaya warga bersama polisi di Desa bajugan, Kabupaten Toli Toli, Sulawesi Tengah, menyelamatkan wanita dari penculikan dan penyekapan.

Wanita yang disekap tersebut disebut bernama Hs, yang diculik saat masih berusia 13 tahun di 2003 lalu, dan baru ditemukan pada Minggu (5/8/2018).

Penculiknya Seorang paranormal yang cukup terkenal di desa tersebut, yaitu Tete Jago

“Wow hilang Tahun 2003 ditemukan tahun 2018. Anak perempuan ini menghilang sejak 2003 dan di temukan 2018 Artinya menghilang selama 15 tahun ditemukan dalam keadaan hidup ditemukan dalam gua jalan antara Bajugan-Galumpang Tolitoli Utara, Sulawasi Tengah,” tertulis dalam beragam postingan warga.

Dalam video tersebut, tampak pelepasan Hasmi dari penyekapan menjadi tontonan masyarakat setempat. Polisi pun turut terlibat dalam pelepasan Hs dari dalam goa.

Goa tempat wanita di sekap

 

Polisi meminta masyarakat yang ada di lokasi supaya tidak melakukan tindakan apapun terhadap kejadian, dan menyerahkan kasus tersebut kepada mereka.

Dalam video tampak rumah yang ditempati penculik terbuat dari kayu, dan disekeliling rumah terdapat pepohonan, dan persis di belakang rumah terdapat batu-batu besar dan gua yang dijadikan sebagai tempat menyekap Hs. Saat ditemukan, Hs terlihat linglung.  Ia pun hanya mengenakan kain sarung yang sudah robek, dan berjalan tertatih-tatih saat dipandu beberapa warga.

Warga yang mengenal Hs berteriak memanggil namanya, dan beberapa diantar warga langsung memeluk Hasmi dan memberikan kain sarung yang lebih bagus.

Para warga pun mengutuk tindakan penculik Hs dengan sebutan bahasa setempat. Saat diajak berbincang Hs tidak bisa menjawab dengan jelas. Namun saat hendak diantarkan ke rumah ayahnya, ia menolak, dan merasa takut.

Ternyata selama diculik dan disekap di dalam gua selama 15 tahun, Hs diduga sudah enam kali dihamili oleh Tete Jago, dan setiap anak yang dilahirkan selalu dibunuh Tete Jago.

Diketahui lokasi gua tempat korban ditemukan tak jauh dari rumah pelaku. Dalam video yang direkam oleh pihak Polres Tolitoli tampak lokasi gua tersebut berada di tengah hutan.

Gua tersebut berukuran sempit yang berukuran sekira 1,5 x 1,5 meter. Untuk menuju tempat gua tersebut terdapat jalan setapak kecil yang biasa dilalui pelaku untuk menemui korban.

Dalam pemeriksaan polisi, Jago baru mengakui menjadikan Hs sebagai ‘budak nafsu’ bukan sebagai tumbal. “Caranya korban disugesti dengan foto laki-laki yang diberi nama Amrin,” terang M Iqbal, Senin (6/8/2018).

Amrin, yang ternyata adalah Jago, dipercayai Hs sebagai jin yang menemaninya. Korban bahkan meminta dikembalikan ke tempat dirinya disembunyikan setelah diselamatkan.

“Kondisi terakhir Hs masih linglung dan selalu minta dikembalikan ke gua (sela-sela, red) batu karena katanya jin bernama Amrin menunggu yang bersangkutan,” kata M Iqbal, Minggu (5/8/2018).

Hingga kini Hs masih mendapat pendampingan dari psikolog Dinas Sosial, sembari kepolisian menunggu hasil visum Hs dari RSU Mokopindo Tolitoli.

Sementara itu, tersangka dijerat pasal berlapis tentang perlindungan anak dan kesusilaan. Sebelumnya, Jago mengaku menculik Hs untuk dijadikan alat perdukunan memanggil jin.

“Menurut tersangka, motifnya, Hasni dipakai sebagai tumbal atau alat perdukunan untuk menghadirkan jin,” ungkap M Iqbal. Beberapa hari sebelum Hs ditemukan, polisi mendapat kabar dari Devi, kakak korban, warga Panyapu, Galumpang, Dako Pamean, Tolitoli, bahwa adiknya disembunyikan Jago. Berkembang informasi dikalangan warga Desa Bajugan bahwa pelaku sering terlihat membawa seorang anak gadis ke rumahnya jika malam hari tiba.

Akan tetapi, masyarakat tidak pernah melihat anak gadis itu di rumah pelaku pada siang hari. Polisi menduga pelaku membawa korban ke rumahnya pada malam hari, dan sekitar subuh dini hari menyembunyikannya lagi ke dalam celah batu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here