Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Angka penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di Gunungkidul tiap tahun kian meningkat. Bahkan, sejak Januari hingga Juli 2018 ada 23 kasus. Jumlah tersebut meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Kasat Narkoba Polres Gunungkidul AKP Tri Wibowo mengatakan rata-rata pengguna narkoba usianya berkisar antara 18-25 tahun.

“Banyak faktor diantaranya lingkungan kurang peka, terhadap dinamika yang terjadi pada anak muda,” katanya, Kamis (19/7/2018).

Ia mengatakan perlu adanya kerjasama antara pemerintah daerah maupun masyarakat untuk menanggulangi narkoba.

“Upaya pencegahan saat ini adalah melajukan sosialisasi secara rutin dan patroli diwilayah yang dianggap rawan, yang berada di kawasan padat penduduk dan hiburan malam,” katanya.

Sementara itu ketua Badan Narkotika Nasional kabupaten Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan kasus banyaknya pengguna maupun pengedar narkoba di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan.

“Dampak dari narkoba adalah rusaknya generasi penerus bangsa,” katanya.

Immawan yang juga menjabat Wakil Bupati ini mengatakan perlu adanya keseimbangan antara pendekatan hukum dan kesehatan guna menanggulangi narkoba.

“Dalam kesehatan dapat disosialisasikan bagaimana memutus ketergantungan narkoba,” tambahnya.

Berdasarkan data yang ada di Polres Gunungkidul, pada tahun 2017 ada 38 kasus narkoba. Angka tersebut terus naik, karena sebelumnya pada 2015 ada 15 kasus, dan 2014 ada 14 kasus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here