Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Melalui pameran seni bertajuk ‘Portal,’ Komunitas ABDW di Gunungkidul ingin menggambarkan kondisi Gunungkidul. Ketua pameran Portal Ismu Ismoyo mengatakan pameran  yang digelar di Gedung bekas pengadilan agama kompleks pemkab Gunungkidul ini adalah pameran perdana yang digelar oleh komunitas ABDW.

“Ini komunitas bareng ABDW baru pertama kali pameran bersama-sama, tujuan kami adalah kami ingin berbicara tentang Gunungkidul. Setelah berbicara dengan teman-teman muncullah kata portal, menurut teman-teman sangat identik dengan kondisi Gunungkidul sekarang, seperti pembangunannya, dan lainnya,” tuturnya.

Ismu mengatakan sebelum kata portal tercetus banyak persamaan kata yang diajukan untuk menjadi tema pameran seperti pintu, gapura.

“Kata portal lebih familiar di telinga teman-teman, dengan kata yang familiar para pameris dapat membaca masalah di Gunungkidul, dan dapat menuangkannya dalam karya,” katanya.

Sementara itu Kurator pameran Portal, Hasta Indriyana mengatakan pameran yang digelar oleh komunitas ABDW ini sangat menarik.

 “Isu serta gagasan dibalik kata portal cukup luas untuk dieksplorasi. Portal bisa juga berarti palang yang dipasang di ujung gang untuk menghalangi kendaraan masuk (hukum,kearifan lokal), lalu bisa juga berarti situs web yang menyediakan informasi, portal dalam hal ini adalah tanda lalu-lintas sekaligus lalu-lintas itu sendiri, yaitu lalu-lintas keberbagaian,” jelasnya.

Ia mengatakan Gunungkidul adalah sebuah ruangan luas yang “portalnya” ada dimana-mana, Gunungkidul dapat dilewati dari pintu yang bermacam-macam mulai dari pariwisata, mitologi, transportasi, sejarah, hingga fenomena pulung gantung.

“Seniman bukan juru solusi tetapi seniman adalah menawarkan pilihan-pilihan, dan menciptakan percikan lalu membuat jalur alternatif agar tidak membosankan,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here