Jogja.beritainternusa.com, Yogyakarta – Tahun ini, penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbeda dari tahun sebelumnya.

Selain menerapkan sistem zonasi, untuk PPDB jenjang SMP sudah tidak ada lagi kuota khusus untuk siswa kurang mampu yang tercatat sebagai warga KMS (Keluarga Menuju Sejahtera).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana mengatakan bahwa semua siswa pada PPDB jenjang SMP difasilitasi dengan dua jalur, yakni jalur prestasi dan zonasi.

Meski demikian, bagi siswa yang tidak mampu dan tidak lolos masuk ke SMP Negeri, ia menegaskan tidak perlu khawatir untuk sekolah di swasta.

“Anak-anak ini masuk dalam wajib belajar 9 tahun, sehingga siapapun dia, baik mampu ataupun tidak mampu wajib untuk sekolah selama 9 tahun,” ucapnya, Kamis (12/7/2018).

Edy menambahkan, bila anak-anak yang tergolong dalam siswa KMS tidak lolos SMP Negeri, maka anak tersebut tetap bisa sekolah di SMP swasta. Di sana, siswa akan mendapatkan jaminan hidup dari Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Mereka yang KMS dan diterima di SMP swasta, maka biaya personalnya kami tanggung. Ada biaya personal membeli seragam, buku, sepatu, dan uang saku. Jaminan hidupnya kami cover,” tuturnya.

Terkait uang sekolah, lanjutnya, ia menuturkan bahwa biaya sekolah untuk siswa tidak mampu akan ditanggung Biaya Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dari pusat ke kota.

Hal tersebut juga berlaku bagi siswa tidak mampu yang sekolah di swasta karena bosda juga diberikan bagi murid di sekolah swasta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here