Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul berharap ada pihak swasta membantu dalam dropping air di beberapa daerah yang terdampak kekeringan. Saat ini ada 11 kecamatan 54 desa dengan total 116.216 jiwa. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki.

“Jika ada swasta atau perusahaan yang membantu kami sangat berharap ada bantuan dari swasta untuk dropping air,” terangnya.

Ia mengatakan saat ini pihaknya telah menyiapkan dana sebesar 638 juta untuk membantu dropping air di wilayah yang berdampak kekeringan, dengan total 3380 tangki air yang akan dikirim kepada daerah terdampak.

“Anggaran dana hampir setara dengan tahun lalu untuk dropping air tahun ini,” tuturnya.

Untuk mencukupi kebutuhan dropping air, pihaknya tidak hanya mengambil air dari daerah Gunungkidul saja tetapi juga mengambil dari daerah luar Gunungkidul.

“Kami harus mendatangkan air dari Pracimantoro, Wonogiri Jawa Tengah dan wilayah Bantul karena sumber air paling dekat ada di daerah tersebut,” terangnya.

Ia mengatakan setiap harinya BPBD mengirimkan enam tangki air bersih menggunakan tangki BPBD ke daerah terdampak kekeringan.

“Setiap harinya kami mengirim masing-masing tangki sebanyak empat kali dropping, dan dilakukan sesuai dengan alamat dan nama penerima,” terangnya.

Ia mengatakan yang menjadi kendala saat ini adalah bukan dari pendistribusian air tetapi antrian pengisian tangki ditempat sumber air.

“Antriannya lama 20-30 menit, kekeringan mulai terasa di bulan juni prediksi hingga bulan oktober nanti kekeringan,” katanya.

Ia mengatakan jumlah total air bersih yang akan didistribusikan mencapai 7000 rit air, ke masyarakat yang tidak ada instalasi pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) maupun Sisitem Penyediaan Air Minum Dusun (SPAMdus).

“Jika bulan Agustus dampak kekeringan semakin parah kami akan upayakan penambahan jumlah dropping air perharinya menjadi 36 rit,” terangnya.

Terpisah Kepala Desa Melikan, Kartino mengatakan, kekeringan di Melikan sudah mulai terasa masyarakat mulai membeli air dari tanki swasta, jika membeli dari daerah sektor utara 110 ribu, sektor tengah 120 ribu, sedangkan sektor selatan 140 ribu.

“Saat ini yang terdampak di 12 padukuhan karena dari jumlah total 13 padukuhan hanya satu padukuhan yang baru teraliri PDAM,” terangnya.

Saat ini upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah telah memasang pipa di sektor utara tetapi saat ini saluran tersebut masih belum dapat digunakan karena terkendala beberapa hal.

“Saat ini sedang tahap uji coba, jika masyarakat banyak yang berminat maka dapat segera direalisasikan karena dalam pemasangan pipa ke rumah warga memerlukan biaya sendiri,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here